SELASA – Satu Sudut Pandang, Satu Kehendak

24 Agustus 2021

By : Pdt. Santoso S. Hutabarat
I Korintus 1:9-12

A. PENGANTAR

Kerukunan sejati tumbuh dari cara pandang yang benar kepada Allah. Siapakah Allah bagi Anda? Apakah Allah hanya sebagai sumber berkat kesembuhan, kelimpahan harta benda, penjaga saja? Tidak. Allah adalah kekuatan sangat mulia dan ajaib yang menyelamatkan umatnya dari perpecahan dalam gereja ataupun di dunia (Yoh 17:21). Ketika seseorang hanya memahami bahwa kerukunan dalam keluarga atau persaudaraan kandung atau juga dalam persekutuan Kristen adalah kualitas yang dapat dicapai dengan alat atau cara-cara mudah untuk mempersatukan, misal makan bersama di restoran, berada dalam komunitas sosial atau dalam komunitas gereja, maka kerukunan demikian bisa menjadi kerukunan semu jika tidak ada kesamaan sudut pandang yang sama terhadap Kristus. Inilah pemikiran orang Kristen yang harus dipercayai yakni Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus (I Kor 1:9). Membangun kerukunan tidak bisa dipaksakan kepada pihak lain. Manusia boleh duduk bersama dan berkumpul tetapi belum tentu besatu dan bersehati.

Mari kita menghindari jebakan ‘kerukunan semu’, dimana perkumpulan tanpa persatuan dan kesehatian hanya kegiatan rutinitas tanpa ada berkat yang dialami. Ketika ada harapan untuk bersatu karena yakin Kristus adalah penyatu perbedaan, sekalipun ada perbedaan pendapat dan gaya, maka pengurapan dengan minyak sebagai simbol kelimpahan (Mazmur 133:2 – Minyak = become fat, grow fat = menjadi gemuk) akan diterima dengan sempurna.

Jadi berkat jasmani diterima oleh anak-anak Tuhan ketika ada kesamaan sudut pandang tentang Allah setiap saat. Kesamaan sudut pandang akan menciptakan kehendak yang sama untuk selalu bersatu dan bersehati.

B. PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : 1 Korintus 1:9-13

  1. Siapakah yang memanggil kita kepada persekutuan dengan AnakNya? (ayat 9)
  2. Apakah yang dinasehatkan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus ? (ayat 10)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Apakah terjadi perbedaan sudut pandang diantara jemaat di Korintus? Mengapa? (ayat 12-13)

B.3. MELAKUKAN (M3)

Kerukunan adalah kehendak Allah di dalam gerejaNya. Bagaimana Anda memulainya dari diri Anda?

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah kerukunan yang pernah Anda alami karena Kristus!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47