30 Agustus 2021
By : Hendrik Yulianto
Matius 22:1-14
A. PENGANTAR
Menghormati Tuhan berarti tetap mengenakan pakaian pesta yang telah disediakanNya. Mari kita baca Matius 22:1-14. Dari bacaan kita diatas kita bisa menemukan tiga jenis orang dalam kaitannya respon mereka terhadap undangan Raja untuk menghadiri perjamuan kawin untuk anaknya. Selain itu dari perumpamaan tersebut kita juga bisa mengetahui bahwa semua orang diundang ke pesta perkawinan tersebut. Tapi dari semua orang yang diundang tersebut, kita dapati berbeda-beda responnya. Begitu juga respon setiap orang terhadap panggilan Tuhan kepada Injil, bisa berbeda-beda responnya. Pertama, ada yang memang dari awal sudah tidak menghormati Tuhan, karena menolak panggilan itu. Mungkin tidak langsung menolak secara frontal. Melainkan tidak kunjung membuat keputusan untuk memenuhi panggilan itu dan pada akhirnya benar-benar tidak memenuhi panggilan itu. Kedua, ada juga yang memenuhi panggilan itu dan tetap setia terhadap panggilan itu. Lalu yang ketiga, ada yang awalnya menanggapi panggilan itu namun belakangan berpaling dari panggilan itu. Setiap kita orang Kristen yang mengaku sudah lahir baru pastilah bukan tipe orang yang pertama karena sudah menerima dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat yang berarti tidak menolak Dia. Namun harus diingat bahwa masih terbuka kemungkinan untuk kita menjadi tipe orang yang kedua atau ketiga. Tipe orang pertama dan ketiga pada akhirnya adalah sama yaitu sama-sama tidak menghormati Tuhan dan tidak mendapat bagian dalam perjamuan perkawinan. Seberapa semangatpun kita diawal-awal pertobatan kita dan bahkan sampai hari ini masih menjadi aktifis gereja, tapi jika hari-hari ini kita sedang tidak mengenakan pakaian pesta maka berarti kita sedang tidak menghormati Tuhan dan kitapun akan bisa dicampakkan dari pesta.
Lalu apa itu pakaian pesta? Pada jaman itu jika ada undangan perkawinan maka sang tuan rumah yang mengundang akan menyediakan pakaian pesta untuk para tamu undangan. Jadi pakaian pesta disini bukanlah pakaian terbaik yang dimiliki secara pribadi oleh masing-masing tamu, melainkan pakaian yang sama yang disediakan oleh tuan rumah untuk semua tamu undangan. Pakaian ini bukanlah pakaian yang sama seperti pakaian pengantin melainkan seperti sehelai kain lenan. Jika sang tamu tidak mau mengenakan pakaian itu berarti dia tidak menghormati tuan rumah yang mengundang karena dia merasa tidak perlu mengenakan pakaian itu, dia percaya dengan kebenarannya sendiri dan tidak mau menuruti keinginan sang tuan rumah. Pakaian pesta bicara tentang Kristus sendiri yang menyediakan keselamatan bagi kita, dimana itu adalah karunia Allah yang diberikan kepada kita dan kita tidak bisa memperolehnya dengan kekuatan kita sendiri. Malahan kita ini sangat tidak layak dan tidak mampu untuk memperolehnya dengan kekuatan kita sendiri. Namun ini tidak berarti kita tidak perlu melakukan apa-apa lagi. Kata mengenakan dalam bahasa Yunani selalu ditulis dalam bentuk middle yang menunjukkan hal yang kita perbuat terhadap diri kita sendiri. Yang artinya Allah tidak mengenakan pakaian itu bagi kita, tapi kita sendirilah yang harus mengenakan pakaian itu sendiri. Allah sudah menyediakan pakaiannya, bagian kita dan tanggung jawab kita adalah mengenakan pakaian itu dan tetap mengenakannya yaitu Kristus yang berarti kita tetap mengikuti cara hidupNya dan berarti juga mengenakan manusia baru dan menanggalkan manusia lama kita.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Dari Matius 22:1-14, kita menemukan tiga jenis orang : Yang pertama adalah orang-orang yang memang tidak mau/menolak hadir kedalam perjamuan kawin itu. Yang kedua adalah orang-orang yang hadir dalam perjamuan kawin dan mereka tetap di pesta itu karena mereka mengenakan pakaian pesta. Yang ketiga adalah orang-orang yang hadir dalam perjamuan kawin tapi tidak mengenakan pakaian pesta sehingga pada akhirnya dicampakkan dan dikeluarkan dari pesta.
Baca juga Galatia 3:27. Disini Paulus mengatakan bahwa setiap kita yang telah dibaptis dalam Kristus berarti telah mengenakan Kristus. Lalu baca juga Roma 13:13-14. Disini Paulus menyuruh kita untuk mengenakan Tuhan Yesus Kristus. Dari 2 bacaan diatas seperti ada ketidakcocokan, karena bukankah kita yang sudah dibaptis dalam Kristus berarti sudah mengenakan Kristus lalu kenapa di Roma 13:13-14 Paulus menyuruh kita untuk mengenakan Kristus lagi? Rupanya hal ini sesuai dengan tipe orang ketiga dalam perumpamaan di Matius 22:1-14 bahwa ketika kita membuat komitmen awal dalam iman kita atau saat kita menanggapi undangan, kita telah mengenakan Yesus Kristus. Tapi yang menjadi masalah, seringkali orang Kristen seringkali menanggalkan kembali Kristus (tidak mengenakan lagi). Orang dengan senang hati dan antusias mengenakan pakaian pesta itu saat dia membuat komitmen diawal. Tapi belakangan dia kedapatan tidak lagi mengenakan pakaian pesta itu lagi karena dia telah kembali kedalam hidupnya yang lama, cara hidup yang lama, kualitas hidup yang lama yang berarti dia telah menanggalkan Kristus.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Mari renungkan, saat ini saat kita membaca renungan ini tipe orang keberapakah kita dari ketiga tipe orang yang dalam perumpamaan perjamuan kawin itu? Apakah kita masih setia mengenakan pakaian pesta itu yaitu cara hidup yang baru cara hidup Kristus? Atau kita mulai sedikit-sedikit menanggalkan pakaian itu? atau malah sudah sama sekali tidak mengenakan pakaian itu lagi?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari kita terus setia mengenakan cara hidup yang baru, cara hidup seperti Kristus sendiri. Jika hari ini kita mulai sedikit-sedikit atau bahkan sudah total kembali kepada cara hidup yang lama, mari minta ampun kepada Tuhan dan lakukan apa yang menjadi pesan Tuhan Yesus kepada perempuan yang didapati berzinah yaitu jangan berbuat dosa lagi. Tuhan pasti mengampuni dan melupakan. Tapi ingat Tuhan tidak bisa dipermainkan.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakan pengalaman masing-masing kepada saudara seiman berkaitan dengan renungan hari ini.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

