SELASA – HORMAT KEPADA ALLAH

07 September 2021

Penerbit : Dept. Pengajaran GKKD Bogor
MATIUS 10:28

PENGANTAR

Dalam Renungan ayat Matius 10:28 “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”

SIKAP HORMAT terhadap Tuhan tidak bisa dibuat-buat. Hal ini tidak cukup hanya ditunjukkan dengan kalimat doa atau sikap tubuh, tetapi dari sikap batin yang tersembunyi. Mudah untuk memberi kesan kepada orang bahwa dirinya menghormati Tuhan, tetapi tidak mudah untuk memiliki sikap hormat yang sesungguhnya. Tentu saja hanya Tuhan yang dapat mengetahuinya. Banyak orang merasa sudah menghormati Tuhan, tetapi kenyataannya tidak. Hal ini akan nampak dari kekudusan hidup orang tersebut. Orang yang menghormati Tuhan pasti memiliki kekudusan yang sangat kuat. Orang-orang seperti ini akan diberi karunia oleh Tuhan untuk memahami rahasia-rahasia Tuhan atau berhikmat tinggi. Tuhan tidak akan memercayakan hikmat-Nya kepada orang yang tidak menghormati Dia

MENEMUKAN (M1)

Renungan pagi ini (Matius 10:28) mengajarkan kita untuk tidak takut kepada……………………………..
Tetapi justru kita harus takut kepada………………………..

MERENUNGKAN (M2)

Kata takut disini bukan bearti kepada sesuatu yang “menakutkan atau menyeramkan” (nightmare). Maksud sebenarnya adalah memiliki _“sikap hati segan atau respek atau hormat atau tunduk sepenuhnya”. Respek atau hormat karena kita sadar akan kehadiran Allah yang maha kudus atas seluruh aspek hidup kita. Menyadari bahwa Ia yang Mahahadir akan selalu meneropong dari hati, pikiran, lidah mulut bibir dan tindakan perbuatan kita, dimana pun kita berada. Kesadaran inilah yang akan membuat kita senantiasa mengenakan “pakaian atau jubah kekudusan”, karena kita tahu Ia adalah kudus.

Kata “takut” dalam Matius 10:28 dalam teks aslinya adalah “Phobeo” yang artinya juga “memuja, dan menganggap suci”. Jadi, takut di sini adalah takut karena menghormati kesucianNya atau kekudusanNya. Ya untuk itu, kita harus memiliki sikap “takut terhadap Tuhan dengan cara yang benar”. Kata “phobeo” (takut) ini juga digunakan oleh Petrus dalam (1 Petrus 1:16-17)

MELAKUKAN (M3)

“Kuduslah kamu sebab Aku Kudus” artinya kita memiliki sikap hati “phobeo” (takut hormat karena Ia Kudus) dalam seluruh aspek hidup kita, tidak hanya dalam pelayanan gerejawi, tetapi dimana saja, di rumah, di lingkungan, di masyarakat. Dengan “kegentaran” akan kehadiran Tuhan yang Maha Kudus ini akan membuat kita menjadi anak-anak Tuhan yang memiliki kualitas dalam semua aspek kehidupan (bukan hanya rohani). Kita akan menjadi terang dalam kegelapan dunia!

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pada semua saudaramu/pada banyak orang, bahwa dengan memiliki sikap takut akan Tuhan (phobeo) maka hidup kita pasti berubah, dan kita akan mengalami kemenangan dalam segala aspek kehidupan, dari aspek pribadi, keluarga bahkan pada banyak orang.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47