RABU – RESPEK PADA PEMIMPIN ROHANI

08 September 2021

Penerbit : Dept. Pengajaran GKKD Bogor

PENGANTAR

Membicarakan kelemahan atau kekurangan orang lain adalah pekerjaan yang mudah. Terlebih lagi membicarakan kelemahan dan kekurangan hamba Tuhan atau pemimpin rohani. Bukankah hal ini masih sering terjadi, kita kurang memberikan respek terhadap pemimpin rohaninya? Tidak sedikit yang cenderung meremehkan, menghakimi dan seringkali menjadikan hamba Tuhan sebagai bahan gosip yang hangat dan menarik untuk dibahas. Itulah sebabnya Rasul Paulus dengan tegas memberi nasihat agar kita menghormati dan menghargai para pemimpin rohani kita.

MENEMUKAN (M1)

Dalam Renungan ayat diatas khususnya pada 1 Tesalonika 5:12-13, Rasul mengajak kita untuk
supaya………………………… (ayat 12) dan kamu sungguh sungguh………………………………….(ayat 13)

MERENUNGKAN (M2)

“Mengapa hal ini perlu ditegaskan oleh Rasul Paulus?”_ Karena pemimpin rohani adalah orang-orang yang telah ditetapkan Tuhan untuk memimpin kita dalam kerohanian; mereka telah bekerja keras untuk mengajar, membimbing, menegor dan menyampaikan kebenaran firman Tuhan sehingga jemaat mengalami pertumbuhan iman. Oleh karena itu “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.” (Ibrani 13:17a).

Memang penting bagi kita untuk menghormati, menghargai dan mengasihi pemimpin rohani kita, Namun jangan sampai juga kita ‘mendewakan’ mereka. Ingatlah Segala pujian dan kemuliaan hanya tetap bagi Tuhan, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (Yohanes 3:30).

Tuhan saja yang layak dipuja dan disembah, sedangkan pemimpin layak untuk dihormati. Artinya kita tidak boleh memandang rendah, apalagi melecehkan mereka. Ada contoh dimana ketika Miryam harus menanggung akibatnya (kena kusta) karena ia telah mengatai-ngatai Musa yang adalah pemimpin rohani bangsa Israel (baca Bilangan 12:1-16).

Kita harus sadar bahwa pemimpin rohani juga manusia biasa, tentunya mereka punya kekurangan atau kelemahan. Apa pun keadaannya kita harus tetap menghormati mereka, dan apabila hidup mereka sudah menyimpang dari Injil Kristus kita pun tidak berhak untuk menghakimi, itu urusannya dengan Tuhan! Kita boleh kok menasehati dalam kasih yang Tuhan sudah ajarkan atau doa mereka, ingatlah ada kuasa doa dari orang percaya,

MELAKUKAN (M3)

Jika hari ini ada diantara kita, merasa kita sedang kesal atau marah kepada pemimpin rohani yang mungkin otoriter atau sebaliknya kita merasa pemimpin kita terlalu lemah/tidak melakukan “apa-apa” (inferior), mari yang pertama yang harus kita lakukan adalah membereskan sikap hati kita dan menyerahkan semua kepada Tuhan, karena Tuhan lah yang menetapkan ia sebagai pemimpin, doakan dan sikap hati yang benar dan beri nasehat dalam kasih. Jangan ada sikap hati penuh pemberontak/merendahkan seperti dilakukan Miryam dalam bilangan 12:1-6

MEMBAGIKAN (M4)

Mari jemaat Tuhan ajak dan teguhkan semua saudara-saudaramu di komsel dan di pelayanan, supaya mereka memiliki sikap hormat kepada pemimpin rohani dan menjunjung mereka dalam kasih, seperti yang Tuhan sudah ajarkan kepada kita semua.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47