09 September 2021
Penerbit : Dept. Pengajaran GKKD Bogor
1 Petrus 5 : 1-11
PENGANTAR
Jika mendengar kata pemimpin yang acapkali muncul dalam bayangan pikiran dimasyarakat adalah orang yang punya kuasa untuk mengatur, memerintah dan memegang kendali. Karena punya otoritas atau kuasa, seorang pemimpin seringkali bertindak semena-mena, mau menang sendiri, tidak mau disalahkan, tidak mau menerima kritikan, apa yang diperintahkan harus dituruti seperti tertulis: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.” (Matius 20:25).
MENEMUKAN (M1)
Dalam ayat renungan pagi ini 1 Petrus 5:1-11, khusus pada ayat 3 mengajarkan kepada kita (sebagai pemimpin rohani) bahwa “Janganlah kamu berbuat seolah-olah…………………………..Tetapi hendaklah kamu menjadi…………………………………

MERENUNGKAN (M2)
Berbicara tentang kepemimpinan, entah itu kepemimpinan suatu bangsa, sebuah perusahaan atau instansi, gereja, sekolah dan juga kepala rumah tangga/keluarga, kita berbicara tentang sebuah keteladanan hidup. “Pemimpin itu memimpin dengan contoh, bukan dengan paksaan.” (John C. Maxwell). Bagaimana kita bisa menjadi teladan bagi banyak orang, atau menjadi panutan dalam hal melakukan kehendak Tuhan, itulah inti sebuah kepemimpinan. Rasul Petrus memperingatkan bahwa seorang pemimpin sejati haruslah memiliki hati gembala seperti yang Tuhan Yesus teladankan. Ketika memimpin umat, Tuhan Yesus memposisikan diri-Nya bukan seperti orang yang memerintah atau memimpin dengan tangan besi, melainkan sebagai Gembala yang sedang menggembalakan kawanan domba-Nya. “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” (Yohanes 10:14). Seorang pemimpin sejati mengenal kawanan dombanya dengan baik, alias memiliki kepekaan. “Telinga seorang pemimpin harus peka dengan suara orang lain.” (Woodrow Wilson).
Seorang pemimpin harus menyadari bahwa orang-orang yang dipimpinnya itu bukanlah orang yang bisa diperlakukan seenaknya, melainkan kawanan domba yang dipercayakan Tuhan untuk dibimbing, dituntun dan diarahkan ke jalan yang benar. Karena itu kita harus mampu menjadi teladan atau berkat bagi yang dipimpinnya, bukan hanya sekedar memerintah. Inilah yang akan menimbulkan respek dari pengikutnya!

MELAKUKAN (M3)
Jika hari ini engkau sebagai pemimpin baik dikantor/instansi/Lembaga atau mungkin di rumah atau dipelayanan, miliki sikap menjadi seorang teladan (contoh yang benar) bagi orang orang yang kamu pimpin. Di tengah dunia yang gelap dan penuh dengan orang yang tidak percaya, mereka membutuhkan/menantikan seorang pemimpin yang memberikan teladan. Inilah saatnya engkau menjadi pemimpin yang menjadi terang dan garam dalam pikiran, perkataan, dan perilaku dalam hidupmu sehari-hari.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pada semua saudaramu/pada banyak orang, bahwa mereka dilahirkan untuk menjadi pemimpin, pemimpin yang mengubah banyak orang melalui keteladanan hidup. Jika ada satu orang saja kemudian menularkan sikap keteladanan Kristus pada dua orang lain dan kemudian dua orang ini menularkan lagi kepada 2 orang lainnya, maka tinggal tunggu waktu maka dunia akan penuh dengan kemuliaan Kristus,,,ada amin saudara?
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47


Trimakasih renunganya sangat memberkati menjadi kekuatan untuk mengerjakan pekerjaan baik yg Tuhan Yesus merikan kepada kita semua menjadi teladan yg baik, menjadi teladan yg tidak pernah di patahkan dalam hal apapun untuk pernyetaan Tuhan menjadi nyata dalam kesaksian yang hidup trimakasih