SELASA – IBADAH YANG DISERTAI RASA CUKUP

14 September 2021

Penerbit : Dept. Pengajaran GKKD Bogor
1 Tim 6:6

Ada banyak anggapan di dunia yang pemahamannya tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan karena “berpikir” bahwa “beribadah adalah sarana untuk Tuhan memberi berkat materi”; juga ada yang “menganggap” bahwa “orang yang beribadah pasti Tuhan balas dengan kekayaan”; dan bahkan ada lagi yang “berpikir seperti untung rugi” yang “memberikan persepuluhan supaya diberkati, atau supaya usaha atau hidupnya Tuhan jaga dan berkati”; padahal bagi orang Kristen yang sejati menerima berkat/kekayaan bukanlah sebagai tujuan, karena Allah memberikan berkat kepada umatNya untuk tujuan memelihara hidup umatNya.

MENEMUKAN (M1):

1 Tim 6:6, Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
Pertanyaan: Hal apa yang membuat ibadah memberikan keuntungan besar?

MERENUNGKAN (M2)

Dari konteks Firman Tuhan hari ini, Paulus mengingatkan agar kita berhati-hati terhadap orang yang membawa ajaran yang “lain” yang “salah” yang ajarannya bertentangan dengan Firman Tuhan, yaitu dari orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan kehilangan kebenaran, mereka melakukan ibadah atau pelayanan untuk tujuan mendapatkan keuntungan, uang, kekayaan atau materi, reputasi, kedudukan, dan semuanya untuk kepentingan diri sendiri; atau dengan alasan beribadah atau melayani ia tidak mengurus keluarganya dengan baik karena “berpikir” ia telah beribadah/melayani maka tanggung jawab memelihara keluarganya adalah tanggung jawab Tuhan.

MELAKUKAN (M3):

Dunia sedang menarik semua orang untuk semakin bergantung dengan uang, kekayaan dan semua yg berasal dari dunia ini; memang untuk penghidupan setiap orang membutuhkan uang, tapi bagi orang-orang yang sangat bergantung pada uang ia mau melakukan apa saja untuk mendapatkannya, bahkan dengan berbagai cara rela berhutang tanpa perhitungan karena kemudahan seperti “pinjaman online,” yang akhirnya terlilit hutang karena merasa begitu banyak kebutuhan.., tetapi yang sesungguhnya didasari karena tidak bisa menguasai diri, keinginan yang salah, tidak jadi pengelola yang baik dan mencukupkan diri dengan apa yang ada padanya atau kurang perhitungan, hingga terjebak dengan hutang piutang, tertipu dan kehilangan uang karena mengharapkan untung besar secara instan yang akhirnya membuatnya ditimpa berbagai2 masalah.

Keputusan apakah yang akan saudara putuskan agar dalam cara hidup beribadah, semakin dapat menguasai diri, menjadi pengelola yang baik dalam keuangan (murah hati dan setia memberi), dapat mencukupkan diri, dan melakukan seluruh tanggungjawab keluarga, pekerjaan dan semua yang Tuhan percayakan?

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman saudara bagaimana terus bertumbuh dalam prinsip-prinsip Ibadah yang sejati.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47