KAMIS – BERIBADAH, BERUBAH OLEH PEMBAHARUAN BUDI

16 September 2021

Penerbit : Dept. Pengajaran GKKD Bogor
Roma 12:2

Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi di setiap kehidupan kita, dan salah satu perubahan yang sangat penting dan menentukan hidup adalah perubahan pembaharuan budi, yaitu perubahan “hikmat pengertian” yang dikerjakan oleh kuasa Firman Tuhan yang membuat mata menjadi “celik,” dan “sadar” dan dapat membedakan apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna kepada Allah; serta dapat memilah dan memilih setiap persoalan yang datang, dan menyelesaikannya dengan cara yang benar.
Sebuah Perubahan pikiran, haruslah dimulai dari dalam diri kita; saat kita beribadah, kita adalah bagian dari ibadah yang dipersembahkan, yang menyembah dan menjadi korban yang kudus, serta dengan seluruh talenta, karunia kita dipersembahkan kepada Allah, kita mengalami Pemaknaan atau kesadaran baru akan Tuhan dan kebenaranNya, dan Tuhan ubahkan sampai respon, sikap dan tindakan kita berubah dari pola pikir lama (duniawi) menjadi baru (Ilahi/sorgawi), dan berubah dari kebiasaan2 buruk seperti: suka terlambat, malas, garang, mudah marah, gampangan, mudah tersinggung, dst.

MENEMUKAN (M1):

*~ Roma 12:2 TB, Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Pertanyaan:

  1. Hal apakah “yg dilarang” dan “yang dianjurkan” untuk kita lakukan?
  2. Utk apakah kita harus mengalami pembaharuan budi?

MERENUNGKAN (M2)

Setiap orang pasti ingin mengalami perubahan akal budi atau pola pikir agar lebih baik dan semakin baik lagi; tetapi dalam prosesnya ternyata tidak mudah dan masih banyak orang yang ingin tetap dalam pola pikir lama didalam zona nyamannya; sehingga, walaupun telah begitu lama jadi orang Kristen, kehidupan, motivasi, respon dan kelakuannya masih tetap sama atau tidak jauh berbeda dengan hidup lamanya, dan bahkan menjadi “lihai” untuk menyembunyikan kesombongan hatinya dalam tindakan kerendahan hati dan pengorbanan yang dilakukannya.
Rasul Paulus mengingatkan, janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, karena kemuliaan ibadah itu adalah: suci, kudus, murni dan tidak bercacat, tidak bercampur baur dengan ide2 dan cara2 dunia, atau kebobrokan dunia; Dan, Keserupaan dengan dunia adalah PENGHALANG/MUSUH yang menghalangi kita utk dapat beribadah sesuai kehendak Allah, karena pada dunia terdapat begitu banyak kemunafikan, kepalsuan, kepura2an, nafsu jahat, keserakahan, pestapora, dan keangkuhan hidup.

MELAKUKAN (M3):

Dalam ‭‭2 Korintus‬ ‭10:5‬b ‭TB Paulus mengatakan: Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus.” artinya tanpa kita sadari, didalam pikiran kita ada benteng pertahanan yang terbentuk yang membuat saat mendengar Firman Tuhan “tidak bisa memahaminya”, atau “terjadi pertentangan tidak percaya dalam hati”, atau “benteng” penolakan tidak percaya Firman Tuhan; atau mengalami khawatir atau takut berlebihan; atau sering gagal dalam “keuangan”, “hubungan”, atau “kekudusan,” dll.

Dalam hal apakah saudara masih sering mengalami hal-hal diatas? Jika masih ada, datanglah kepada Tuhan dalam doamu dan mintalah pembaharuan hati dan pikiran yang dari Tuhan.

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman saudara dalam proses pembaharuan pikiran dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen, dalam perenungan dan sharing dengan saudara/i-mu.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47