Sabtu – “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan!”

25 September 2021

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Lukas 1:30-38

A. PENGANTAR

Memuliakan Tuhan, bukanlah tindakan ibarat penyanyi yang menirukan gerakan bibir tanpa bunyi suara (lip sing service). Tindakan demikian tidak sulit, hanya dengan menggerakkan bibir dan yang keluar suara milik orang lain yang mungkin saja suaranya indah terdengar di telinga pendengar lagu tersebut. Tindakan memuliakan Allah dengan perkataan-perkataan yang bukan untuk menyenangkan orang lain agar terlihat rohani, tetapi kebenaran memuliaakn Tuhan adalah penyerahan dan penyembahan kepada Tuhan Yesus Kristus. Ketika seseorang menyerahkan dirinya kepada Tuhan, maka yang muncul dan berkuasa adalah Tuan Sang Pemilik hidup kita. Terkadang akal manusia tidak mampu memahaminya. Ya, tentu hal itu bisa terjadi sekiranya akal manusia digunakan sebagai satu-satunya cara memahami siapakah Tuhan itu? Bagaimanakah cara kerja Tuhan itu?

Berbeda halnya dengan manusia pada umumnya, di zaman Maria, tunangan Yusuf, hidup, terjadi satu pengalaman supranatural yang terjadi dalam dunia natural. Pesan sangat penting malaikat yang menyampaikan bahwa, Maria akan mengandung dan melahirkan seorang yang bernama Yesus Kristus, Sang Juru Selamat dunia. Maria adalah wanita biasa, tetapi kelembutan hati dan penyerahan tanpa syarat kepada Tuhan sebagai bentuk respon terhadap malaikat yang diutus Allah, memberanikan Maria berkata demikian : “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk 1:38). Tidak ada komplain dan pengunduran diri terhadap tantangan malaikat kepada Maria. Dia tahu efek sosial terutama kepada tunangannya, Yusuf. Tetapi penyerahan dan pengertian ilahi (Divine Understanding) yang benar, membuat Maria, dengan jelas berkata dan memuliakan Tuhan : “Sesungguhnya aku ini Hamba Tuhan,,”.

Pengenalan dan keintiman persekutuan dengan Allah, adalah kunci munculnya perkataan dan gaya hidup yang memuliakan Tuhan. Menjadikan persekutuan dan pemahaman firmanNya sebagai gaya hidup, maka perkataan memuliaan Tuhan juga akan menjadi gaya hidup dalam setiap keadaa , baik keadaan sulit maupun menyenangkan.

B. PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Lukas 1:30-38

  1. Apakah respon perkataan Maria kepada malaikat? (Ayat 38)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Keadaan sulit mungkin pernah terjadi dalam hidup Anda. Imajinasikan apa yang Maria alami waktu itu. Bagaimana Maria dapat berkata “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”. Bagaimana menurut Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Belajarlah berespon rohani secara cepat ketika Anda sedang dalam situasi dan kondisi sulit. Jagalah hati Anda tetap benar tatkala terjadi kondisi tersebut.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Bersaksilah pengalaman terbaru Anda tatkala Anda berani berkata memuliakan Tuhan dalam penderitaan karena Firman Tuhan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47