08 Oktober 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ayub 42:2; Mazmur 33:6
A. PENGANTAR
Kata omnipotent atau mahakuasa berasal dari kata omni- yang berarti “seluruhnya,” dan potent yang berarti “kuasa”. Bersama dengan sifat mahakuasa dan mahahadir, atribut ini mengikuti sifat Allah yang tidak terbatas. Jika Ia berkuasa, maka Ia juga Mahakuasa. Ia memiliki segala kuasa di atas segalanya, di setiap waktu dan dalam berbagai cara. (Sumber : https://www.gotquestions.org/Indonesia/Allah-mahakuasa.html)
Allah yang Maha Kuasa adalah karakter Allah yang bersifat kekal. Kekuasaan Nya dapat dipahami melalui banyak tanda, diantaranya adalah semua karya ciptaan Tuhan yakni bumi dan seluruh isinya. Di dalam kehidupan sehari-haripun Dia, sangat berkuasa atas hidup setiap manusia di bumi, dimana tidak melihat dari latar belakang agama atau suku bangsa. Ayub seorang tokoh iman yang tahan uji, tatkala bencana datang ke dalam hidupnya. Bencana yang sangat berat sampai merenggut istri dan anak-anaknya. Ayub sendiri juga menderita selain dalam jiwa juga pada tubuhnya. Perjalanan hidup yang diawali dengan pengenalan yag sangat baik tentang Allah telah membawanya masuk ke dalam ujian iman dari Allah (Ayub 1). Secara akal manusia, seharusnya Ayub tidak patut mendapatkan cobaan yang sangat berat, karena secara rohani, Ayub sudah hidup saleh, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan di jaman itu (Ayub 1:1). Namun demikian Allah tetap Maha Kuasa dalam suka dan duka di dalam hidupnya. Di balik tubuhnya yang sakit dan jiwa yang tertindas, ada satu kesempatan untuk melanjutkan hidupnya, yakni cara pandang yang beriman terhadap permasalahannya.

Cara pandang yang dewasa dapat menyelamatkan hidup kita dari jurang kemelaratan dan kemerosotan mental rohani. Ayublah contohnya,
“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” (Ayub 42:2)
Setiap kita memiliki kesempatan memahami dan mengalami ke-Mahakuasa-an Allah. Caranya adalah membangun iman pengenalan karakter Allah yang sejati dan menerapkan melalui cara memandang sengsara atau derita yang dialami, dengan cara berpikir bahwa “Allah sanggup melakukan segala sesuatu. Tidak ada rencana Allah yang gagal.” Ajaib Tuhan! Itulah Allah yang Maha Kuasa dalam hidup mereka yang selalu mempercayai Tuhan, dalam situasi senang atau susah, sakit atau sehat, kaya atau miskin. Izinkan Tuhan menjadi Allah Yang Maha Kuasa dalam hidup kita.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Ayub 38:8-10; Ayub 42:2
1.Apakah yang dikatakan Ayub? (Ayub 42:2)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah makna perkataan Ayub dalam Ayub 42:2 untuk diri Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Mulailah dengan respon iman kepada satu permasalahan hidup Anda dari yang terkecil atau ringan. Pilihlah pikiran bahwa Allah sanggup dan tidak ada rencanaNya yang dapat gagal.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Berbagilah dengan konsisten pengalaman kemenangan dari derita diri yang pernah Anda alami, karena kesadaran Anda akan adanya pertolongan Allah yang Maha Kuasa.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

