RABU – HARUS DIALAMI, JANGAN SIA-SIAKAN

20 Oktober 2021

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor

A. PENGANTAR

Jika saja kita punya atau diberi kesempatan untuk bertemu dengan Presiden, pastilah kita tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Kita akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa menikmati waktu bersama dengan Presiden tersebut dengan penuh perhatian dan kita akan menanyakan segala keingintahuan kita. Itu semua karena kita tahu bahwa Presiden adalah jabatan tertinggi dalam tatanan pemerintahan suatu negara. Bisa bertemu dengannya adalah suatu anugerah dan tidak selalu kesempatan itu datang lagi. Mungkin analogi ini tidak 100% tepat, tapi setidaknya bisa menjadi gambaran bahwa demikian pula halnya hubungan kita dengan Bapa Surgawi Allah Yang Mahatinggi yang oleh karena pengorbanan Tuhan kita Yesus Kristus kita dilayakkan boleh bersekutu dengan Yang Mahatinggi.
Jika seorang Presiden adalah seseorang dengan jabatan tertinggi dalam suatu pemerintahan, maka Allah Yang Mahatinggi adalah pribadi yang memegang kekuasaan tertinggi di alam semesta ini. Bukan hanya di bumi tapi seluruh alam semesta yang didalamnya ada begitu banyak galaksi. Dimana menurut penelitian, dialam semesta ini ada sekitar 10 miliar galaksi. Dan disetiap galaksi ada sekitar 100 miliar bintang. Jadi jumlah bintang diseluruh alam semesta ini diperkirakan sekitar 1 septilion (angka 1 dengan 24 nol dibelakangnya). Itupun dengan catatan hanya untuk jumlah bintang yang bisa diamati. Bahkan karena begitu luasnya alam semesta ini, seorang ahli astronomi pernah mengatakan seandainya kita naik pesawat luar angkasa dengan bahan bakar yang tidak pernah habis, selamanya pun kita tidak akan pernah bisa menemukan ujung dari alam semesta ini.

PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari kita baca Kisah Para Rasul 7: 48-49. Bagi Allah Yang Mahatinggi, langit adalah seperti takhtaNya dan Bumi sebagai tumpuan kakiNya. Apakah ada pribadi lain di alam semesta ini yang menjadikan langit sebagai “tempat duduk” nya? Dan bumi sebagai “pijakan kaki” nya? Tidak ada.
Tapi Pribadi yang luar biasa tersebut adalah Pribadi yang sama yang juga berkenan tinggal dengan orang-orang yang rendah hati dan hancur hatinya (Yesaya 57:15). Dan DIA adalah Bapa Surgawi/Allah Yahweh/Allah Israel/Allah Abraham Ishak dan Yakub/Allah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Sungguh luar biasa jika hari ini kita masih diberi kesempatan untuk hidup, bernafas dan dengan tubuh yang sehat. Itu artinya kita bisa memaksimalkan segala potensi yang kita miliki untuk kita bisa mengalami persekutuan yang indah dengan Bapa, Allah Yang Mahatinggi. Penguasa alam semesta yang dariNya lah semua berasal. Maka selama masih ada kesempatan, kita harus manfaatkan. Kita harus alami PribadiNya, jangan sia-siakan. Jangan hanya sekedar jadi pengetahuan, tapi biarlah jadi pengalaman. Bukan hanya jadi pengalaman sekali tapi biarlah jadi kehidupan. Mengalami DIA bukan nanti disurga, tapi mulai dari sekarang saat kita masih dibumi. Hanya orang-orang yang sesat dan berpikiran picik saja yang berharap nanti ketika meninggal masuk surga dan berharap bisa mengalami persekutuan dengan Bapa. Tapi sedangkan selama hidupnya, dia tidak pernah benar-benar mau sungguh-sungguh untuk mengalami persekutuan dengan DIA.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Kunci untuk mengalami persekutuan dengan Bapa, tentunya yang pertama kita harus percaya kepada pengorbanan Tuhan Yesus dikayu salib karena hanya melalui darahNya lah kita dilayakkan. Kemudian yang kedua adalah memiliki hati yang hancur dan rendah hati (Yesaya 57:15) yaitu hati yang senantiasa mau untuk diubahkan dan yang menyadari selalu ada dalam hidupnya yang perlu diperbaharui (Lukas 18:10-14). Kemudian mulai dari sekarang (jika belum), kita harus menyediakan waktu kita yang terbaik setidaknya minimal 30 menit setiap pagi untuk kita bisa bersekutu dengan DIA. Dan berikutnya dalam segala peristiwa yang kita alami, kita belajar untuk menangkap pesan yang Tuhan ingin ajarkan dengan kita aktif bertanya dan merenungkannya.
Jika pagi ini kita menyadari betapa luar biasanya kesempatan yang Allah berikan dalam hidup kita hari ini, mari jika engkau berkenan kita sama-sama berdoa : “Ya Allah Yang Mahatinggi, Bapa Surgawi, Bapa kami yang Kekal, Bapa Tuhan kami Yesus Kristus. Kami bersyukur atas kesempatan yang Engkau berikan untuk kami boleh mengalami persekutuan yang indah bersama dengan Engkau. Ajar kami untuk memanfaatkan kesempatan ini, dengan kami tidak hidup sesuai keinginan kami sendiri melainkan hidup sesuai dengan keinginanMu saja. Ajar kami tidak tergoda dengan dunia ini dan segala kesenangan dan tipu muslihatnya, melainkan hanya kepadaMu saja mata kami tertuju karena hanya Engkau sajalah harta kami yang berharga. Kami percaya Engkau mendengar doa kami ya Allah Bapa Yang Mahatinggi. Hanya dalam nama Putra-Mu Tuhan kami Yesus Kristus kami berdoa. Amin”

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saling berbagi kesaksianlah bagaimana jatuh bangun anda untuk tetap hidup dalam persekutuan dengan Tuhan. Dan jangan lupa untuk saling menguatkan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47