JUMAT – SETAN PUN TAHU

22 Oktober 2021

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor

A. PENGANTAR

Jebakan yang harus kita waspadai sebagai orang percaya adalah kita memiliki pengetahuan tentang Allah tetapi pengetahuan itu tidak mengubah hidup kita semakin menjadi pribadi yang berkenan kepada Dia. Jika itu terjadi maka kita tidak ubahnya seperti setan yang juga memiliki pengetahuan tentang Allah tapi malah menjadi sebuah ironi karena setan malah memberontak kepada Dia. Adam dan Hawa pun jatuh bukan karena mereka tidak tahu bahwa makan buah pengetahuan dan yang baik itu dilarang oleh Allah, karena sebenarnya Allah sudah memberitahukannya kepada mereka.
Kita tidak boleh berhenti hanya tahu atau memiliki pengetahuan tentang Allah Yang Mahatinggi, tetapi kita harus mengerti. Tahu belum tentu mengerti. Sama seperti dulu ketika kita disekolah belajar tentang sebuah rumus matematika. Guru kita selalu meminta untuk kita mengerti atau memahami tentang rumusnya, alih-alih hanya tahu dan hapal tentang rumusnya. Karena jika hanya tahu, dengan segera kita akan melupakannya.
Mengerti berarti mengalami pembaharuan akal budi seperti yang disampaikan Paulus didalam Roma 12:2. Jika mata berfungsi untuk melihat, dan telinga untuk mendengar, maka akal budi berfungsi untuk mengerti (Ulangan 29:4). Mengalami pembaharuan akal budi berarti mengalami perubahan dalam cara pandang, cara menilai dan cara berpikir. Jika akal budi belum berubah, maka tidak peduli seberapa banyak yang kita pelajari, perilaku kita tidak akan berubah. Akal budi yang lama hanya akan menghasilkan perilaku yang lama. Jika kita baca kitab Roma secara keseluruhan, kita tahu bahwa pasal 1-11 bicara tentang apa yang Allah lakukan untuk kita. Sedangkan pasal 12 sampai dengan terakhir bicara tentang hal-hal yang perlu kita lakukan. Dan ini diawali dengan pembaharuan akal budi. Jadi apapun yang ingin kita pelajari dan lakukan, kita harus awali dari akal budi yang baru.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Setan pun tahu dan memiliki pengetahuan tentang Allah Yang Mahatinggi (Yesaya 14:4, Markus 5:7, Lukas 8:28). Mazmur 106:7, nenek moyang orang Israel tahu bahkan mengalami sendri perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib, tapi mereka tidak sampai pada tahap mengerti sehingga mereka memberontak kepada Tuhan. Bahkan murid-murid Yesus sendiri walaupun sudah 3 tahun bersama dan melihat dengan mata kepala sendiri apa yang Yesus lakukan, mendengar langsung apa yang Yesus ajarkan, mereka masih belum mengerti benar apa maksud dari kedatangan Yesus kedunia.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Banyak orang Kristen mungkin juga termasuk kita seringkali merasa tidak bertumbuh secepat yang dia mau. Biasanya diawal tahun kita sudah memasang target mengejar pertumbuhan rohani dan begitu bersemangat untuk mencapainya. Tapi begitu ditengah tahun, semangat itu mulai meredup dan menjelang akhir Tuhan sepertinya sudah tidak ada lagi kekuatan untuk meraihnya. Semua itu terjadi karena tidak dimulai dengan pembaharuan akal budi. Seringkali orang langsung memulai dengan tindakan/penerapan. Tindakan memang komponen yang penting, tapi semua harus dimulai dari perubahan cara pandang dan cara berpikir. Karena akal budi mengendalikan otak kita, dan otak kita mengendalikan tindakan kita.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Mari dari saat ini kita belajar untuk melakukan segala sesuatu bukan hanya karena tahu itu baik atau itu buruk, itu boleh atau tidak boleh. Karena jika demikian berarti kita hanya sekedar mengikuti aturan. Tapi tindakan kita haruslah lahir karena pengertian kita yang diubahkan. Jika hanya karena mengikuti aturan, cenderung kita akan merasa lelah dan akhirnya berhenti.
Contoh sederhana, selama kita menjadi orang Kristen coba hitung sudah berapa kali kita diingatkan pentingnya untuk memiliki saat-saat khusus seperti saat teduh bersama dengan Tuhan? Mungkin ratusan bahkan ribuan kali. Tapi coba perhatikan berapa banyak orang yang melakukan? Tidak banyak, itu karena mereka tidak benar-benar mengerti dan mengalami pembaharuan akal budinya. Kalaupun melakukan, dengan cepat dia akan berhenti lagi. Kemudian coba lagi, berhenti lagi, begitu seterusnya sehingga dia tidak mengalami pertumbuhan seperti yang diharapkan.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saling berbagi kesaksian dan saling menguatkan lah diantara saudara seiman tentang topik renungan hari ini.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47