RABU – HARGA SEBUAH KEBENARAN

27 Oktober 2021

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yeremia 26:1-24

PENGANTAR

Bisakah kita bayangkan ketika kita sedang berkhotbah/menyampaikan kebenaran di suatu gereja/komunitas dan semua orang merespon dengan berteriak “Engkau harus mati”? Demikianlah yang dialami oleh Yeremia, ketika ia menyampaikan pesan Allah di rumah Tuhan kepada para iman, para nabi dan seluruh rakyat Yehuda. Dan Mereka semua marah dan tidak mau menerima/percaya dengan kebenaran yang disampaikan oleh Yeremia yang mengatakan bahwa Rumah Tuhan ini akan dihancurkan sama seperti di Silo (baca juga Yeremia 7:12-15 ya), jika mereka tidak bertobat atau berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat, menyembah berhala, melakukan ketidakadilan.

MENEMUKAN (M1)

Kerinduan Allah yang Ia sampaikan melalui hambaNya Yeremia, adalah agar kaum Yehuda datang dan sujud di rumah Tuhan (dan menjadikan Allah sebagai Raja yang layak disembah), dan jangan mengurangi sepata katapun dari kebenaran firman Tuhan serta mau berbalik dari tingkah laku dan hidupnya yang jahat. Dan sebagai peringatan maka Tuhan menyampaikan jika mereka tidak berbalik dari cara hidup yang jahat, maka Tuhan akan menghancurkan rumah Tuhan ini sama seperti di Silo. Dan ketika para imam, para nabi dan rakyat Yehuda mendengar kabar atau pesan ini, maka bangkitlah amarah mereka dan menangkap Yeremia bahkan mengancamnya untuk dibunuh (ay 8 dan ayat 11)
Tetapi Yeremia menyampaikan kebenaran itu dengan penuh keberanian ilahi, berkomitmen penuh pada kebenaran, sekalipun ada resiko yang besar yang ia akan alami, yaitu kehilangan nyawanya.

MERENUNGKAN (M2)

Kebenaran harus disampaikan dengan keberanian, tetapi keberanian yang dimaksud bukan berasal dari kuat dan gagah manusia, tetapi berasal dari Allah, Bahkan sekalipun kebenaran yang disampaikan itu tidak enak di telinga banyak orang tetapi kebenaran adalah kebenaran. Mungkin sebagian kita berpikir tidak seharusnya Yeremia secara frontal menegur mereka, kan bisa secara personal dan baik-baik terlebih dulu.
Ya memang lebih baik kalau kebenaran itu disampaikan secara personal “empat mata” dan tidak frontal seperti diatas. Tetapi kalau kita melihat secara keseluruhan kisah Yeremia, ia telah berkali-kali mengingatkan kaum bangsa itu, tetapi hati kaum bangsa itu bebal, mereka telah kehilangan kebenaran (penuh kedegilan hati). Maka Yeremia pun menyampaikan pesan Allah dengan keras.
Memang kebenaran terkadang disampaikan itu pahit, ia seperti “obat”, tetapi kita sebagai umatNya dan orang percaya harus punya kerendahan hati untuk mendengar maksud Tuhan, sekalipun pesannya sangat memerahkan telinga bahkan menggoncang harga diri.
Di akhir zaman ini banyak umat Tuhan hanya ingin mendengar berita/khotbah yang hanya menyenangkan hati mereka saja), jujur kita hanya ingin kebenaran yang ringan, popular dan asyik saja. Tul ngak? Ayo ngaku! Kita perlu berhati-hati supaya kita tidak mengelilingi diri kita sendiri dengan orang-orang yang mau mengatakan apa yang kita mau dengarkan saja. Dan sebagai pengkhotbah kita juga jangan sampai terjebak hanya menyampaikan hal-hal yang ingin jemaat dengarkan saja, dan bisa saja kita mengabaikan pesan yang Tuhan mau kita sampaikan. Mari bapak ibu Saudara sampaikan kebenaran ilahi _(kebenaran yang Allah mau sampaikan) dengan penuh keberanian, sekalipun harga yang harus kita bayar untuk itu mahal!

MELAKUKAN (M3)

Sahabat mari kita punya komitmen untuk hidup dalam kebenaran, dan bahkan menyampaikan kebenaran itu dengan penuh keberanian, sekalipun ada harga yang harus dibayar. Ya memang tidak mudah, menyampaikan kebenaran di tengah situasi bangsa saat ini, dimana kebenaran menjadi terbalik, ingatlah akan ada pembelaan dari Tuhan lihat ayat “Orang ini tidak patut mendapatkan hukuman mati, sebab ia telah berbicara Kepada kita demi nama Tuhan, Allah kita (ay 16)

MEMBAGIKAN (M4)

Mari jemaat Tuhan ajak dan teguhkan semua saudara-saudaramu di komsel dan di pelayanan, supaya mereka memiliki keberanian menyampaikan kebenaran ilahi. Maka banyak orang akan mengalami kemerdekaan!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47