SELASA – RAJA-RAJA YANG GAGAL

26 Oktober 2021

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
2 Tawariks 36:1-32

PENGANTAR

Dalam Renungan pagi ini sangat jelas digambarkan situasi kerajaan Yehuda, “Bagaimana kehidupan “raja-raja mereka”, dikatakan dari mulai raja Yoahas (anak Yosia), raja Yoyakim/Elyakim (saudar Yoahas), raja Yoyakhin (anak Yoyakim), dan raja Zedekia (raja terakhir sebelum kaum Yehuda dibuang ke Babel selama 70 tahun), tidak ada yang hidupnya benar di mata Allah, mereka melakukan yang jahat di mata Tuhan, bahkan mereka tidak mau merendahkan diri/mendengar pesan Allah yang disampaikan oleh nabi Yeremia. dan bukan raja saja, tetapi juga para iman dan rakyat Yehuda. Weleh weleh weleh

MENEMUKAN (M1)

Perhatikan beberapa ayat ini dalam perenungan kita pagi ini, lihat 2 Tawarikh 36:14, mereka (para pemimpin, para imam, rakyat) berkali-kali……………………………………………Dan lihat ayat 16, tetapi mereka ………………………………………..
Kaum Yehuda telah kehilangan kebenaran, kebenaran tidak hidup diantara mereka, mereka hidup sesuka hati mereka, mereka kehilangan standard kebenaran, bahkan mereka mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain (menyimpang dari kebenaran), bahkan Rumah yang dikuduskan Tuhan dinajiskan oleh mereka, mereka mengolok-olok utusan Tuhan, mengejek nabi-nabiNya bahkan menghina firman Tuhan yang adalah kebenaran.

Dan apa yang terjadi, maka murka Tuhan bangkit atas mereka, bahkan Tuhan mengerahkan raja Kasdim melawan mereka, merobohkan tembok Yerusalem, memusnakan serta mengangkut semua perabotan yang indah, membunuh teruna/anak/anak gadis/orang tua mereka dengan pedang. Dan semua kaum bangsa ini yang masih hidup serta harta/perkakasnya dibawa ke Babel dan mereka tinggal dalam pengasingan di Babel selama 70 tahun. Sebuah keadaan yang menyedihkan!!

MERENUNGKAN (M2)

Saudara yang terkasih, jika kita merenungkan kejadian ini, maka kita dapat merefleksi diri, ketika kita melalaikan firman Tuhan yang adalah kebenaran, bahkan kita mengolok-olok atau menganggap rendah/enteng pemberitaan firman yang disampaikan oleh hamba-hambaNya, maka sebenarnya kita sedang membawa diri kita dalam kehancuran, bahkan kita membiarkan diri kita hidup dijajah, direndahkan, dipenjara bahkan kehilangan hak dan harga diri sebagai manusia yang merdeka. Contoh bagaimana kaum Yehuda harus menerima keadaan yang buruk di jajah, dibuang, terlepas dari negeri/rumah mereka, hidup sebagai kaum bangsa yang rendah, kehilangan kemerdekaan, kehilangan muka/jati diri selama 70 tahun, sebagai akibat atau harga yang harus mereka bayar karena mereka gagal taat dalam kebenaran, mengajarkan kita banyak hal. Jemaat Tuhan yang terkasih, mari kita hidup dalam kebenaran Firman, ayat firman Tuhan di Roma 5:21 “sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus.” Melalui karya Kristus di kayu salib yang sempurna, setiap kita dimerdekaan dari segala pelanggaran/dosa/penyimpangan.

MELAKUKAN (M3)

Mulai hari ini biarlah kebenaran Tuhan itu terus memerdekakan kita, dan mari kita menjaga agar kebenaran itu tinggal dalam hidup kita, “Bagaimana cara praktisnya?”. Sederhana kok, marilah kita senantiasa merenungkan/hidupi kebenaran tersebut, melakukan kebenaran dan membagikan bagi banyak orang. Maka sama seperti firman Tuhan katakan, “berbahagialah/diberkatilah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri dijalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan merenungkan Taurat itu siang dan malam, ia seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air……..(baca Mazmur 1:1-3)

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pada semua saudaramu/pada banyak orang, bahwa ketika kita menghidupi Kebenaran maka Kebenaran itu akan menjaga kita dari kegagalan hidup, dan membaharui kita terus menerus, untuk mengalami seluruh berkat yang sempurna dari Tuhan yang dasyat. Mereka akan berbuah pada musimnya dan tidak layu daunnya dan apa saja yang mereka akan berhasil.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47