29 November 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ulangan 31:16-22, Mazmur 33:3, Mazmur 40:3, Mazmur 96:1, Mazmur 98:1
A. PENGANTAR
Sepanjang minggu ini kita akan belajar mengenai Nyanyian Baru.
Jika ada sesuatu yang baru, pasti ada yang lama. Ada baju baru berarti ada baju yang lama. Ada rumah baru berarti ada rumah yang lama, dst.
Demikian juga mazmur atau pujian-pujian kepada Allah Israel. Mazmur adalah puji-pujian yang dinyanyikan bangsa Israel saat mereka beribadah kepada Yahweh. Mazmur dalam bahasa Ibrani disebut tehillim yang berarti puji-pujian dan dalam bahasa Yunani disebut psalmoi yang berarti nyanyian yang diiringi alat musik gesek atau petik. Jadi Mazmur adalah bagian penting dalam ibadah orang Israel kepada Yahweh.
Jika kita baca Ulangan 31:16-22, kita dapati bahwa mulai dari sinilah orang Israel memiliki sebuah nyanyian yang mereka harus nyanyikan dan ajarkan secara turun-temurun dengan maksud agar mereka selalu ingat untuk tidak menyangkal Allah Yahweh dengan beribadah kepada allah lain. Dan agar mereka ingat jika mereka mengalami segala macam-macam malapetaka itu karena mereka berpaling dari Allah Yahweh dan Allah sebenarnya sudah memperingatkan mereka. Nyanyian ini menjadi saksi antara Allah dan orang Israel. Detail nyanyian ada di Ulangan 32:1-43.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari baca Ulangan 31:16-22, kemudian baca juga Mazmur 33:3,Mazmur 40:3,Mazmur 96:1,Mazmur 98:1. Apa yang kita temukan jika kita baca ayat-ayat tersebut? Kita menemukan bahwa ada perbedaan spirit, suasana atau motivasi dibalik nyanyian yang diajarkan di Ulangan 32:1-43 dengan nyanyian yang diajarkan di Mazmur. Perbedaan tersebut adalah pada nyanyian di Ulangan 32:1-43 spiritnya adalah mengajarkan bangsa Israel untuk ingat bahwa akan ada hukuman berupa malapetaka jika mereka mengkhianati Allah Yahweh. Nyanyian ini mengesankan seolah-olah Allah adalah Allah yang kejam yang hanya bisa menghukum dan inilah nyanyian yang lama. Sedangkan pada Mazmur kita bisa menangkap spirit yang diajarkan adalah bagaimana memandang Allah dengan perspektif yang baru yaitu dengan kita lebih mengenal Dia sehingga kita bisa mengungkapkan syukur, mengagungkan Dia, memohon kepada Dia, mengerti Dialah pengharapan kita, mengakui keTuhananNya atas hidup kita, dst dan inilah yang disebut nyanyian yang baru.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan nyanyian yang lama yang diajarkan Musa di Ulangan 32:1-43. Kita bisa pahami kenapa Allah meminta Musa mengajarkan nyanyian ini, dengan spirit akan ada hukuman jika bangsa Israel tidak taat. Bangsa Israel saat itu baru keluar dari perbudakan selama 400 tahun yang tentunya gaya hidup seorang “budak” itu begitu melekat kuat dalam hidup mereka turun temurun. Bangsa Mesir menindas mereka dengan kuat jika mereka tidak mengikuti perintah Firaun. Hukuman menanti mereka jika mereka tidak taat. Hukuman membuat mereka takut dan taat. Dengan pengalaman seperti itu (hidup sebagai budak) yang sudah berlangsung ratusan tahun tentu tidak bisa langsung dalam sekejap untuk bisa merubahnya. Karena itu Allah melakukan pendekatan yang sama agar mereka bisa memahami apa yang Allah kehendaki, yaitu Allah menekankan akan ada hukuman jika mereka tidak taat.
Lalu kenapa perlu ada nyanyian yang baru atau kenapa Allah (melalui pemazmur) mengajarkan nyanyian yang baru seperti yang diajarkan para pemazmur dikitab Mazmur? Tidak lain adalah karena Allah ingin bangsa Israel “naik kelas”. Yang tadinya taat hanya karena takut dihukum, taat agar tidak mengalami malapetaka, menjadi taat karena mengenal siapa sesungguhnya Allah yang mereka sembah itu.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari masing-masing kita renungkan, apakah benar selama ini pujian yang kita naikkan, syukur yang kita ucapkan, lahir dari pengenalan akan Dia? Apa jawab kita, jika Tuhan bertanya kepada kita, “seberapa kenalkah kamu dengan Ku?” “apakah kamu yakin sudah benar-benar mengenal Aku?”
Jangan-jangan kitapun masih belum naik kelas, karena masih memuji Dia karena takut akan hukuman, takut celaka, takut tidak diberkati, takut usaha gagal, dsb. Mari kita terus belajar untuk semakin mengenal Dia dan kehendakNya.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Sharingkan dengan rekan PA/Komsel apa yang menjadi rhema dari renungan hari ini.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

