30 November 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Mazmur 33:1-22
A. PENGANTAR
Tidak selalu hari-hari kita dipenuhi dengan sukacita. Ada saja masalah atau keadaan yang membuat kita kadang kehilangan kesabaran dan akhirnya kehilangan sukacita. Tidak jarang ada masalah-masalah yang pelik yang membuat kita tanpa sadar tenggelam dalam masalah itu. Hati, pikiran, bahkan fisik terkuras karena masalah yang pelik itu. Memang selama kita hidup kita tidak mungkin tidak punya masalah, masalah akan selalu ada. Namun yang paling penting adalah bagaimana kita meresponinya. Kita bisa meresponi suatu masalah dengan benar jika kita punya kepercayaan yang benar terhadap Tuhan dan juga jika kita punya perspektif yang benar tentang Tuhan. Masalah akan tetap ada dan tidak serta merta hilang, tapi dengan perspektif yang benar tentang Tuhan yang kita miliki, itu akan membuat kita bisa melaluinya dengan sukacita. Mazmur 33: 3 katakan kita harus menyanyikan nyanyian baru yaitu nyanyian yang lahir dari hati yang bersukacita. Sukacita bukan karena tidak ada masalah tapi karena kita percaya kepadaNya (Mazmur 33:21).
Hanya orang-orang yang mengenal Allahnya dengan benar saja lah yang bisa menghadapi masalah-masalah yang berat dan pelik dengan bersukacita dan menang.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari baca Mazmur 33:1-22
Temukan kenapa kita harusnya bersukacita jika kita percaya kepadaNya?
Mazmur 33:4, karena semua perkataanNya dapat dipercaya; Ia setia dalam segala perbuatanNya.
Mazmur 33:9, karena Ia bersabda, lalu semuanya dijadikan; Ia memberi perintah, maka semuanya ada.
Mazmur 33:13-17, segala sesuatu yang terjadi ada dalam pengamatanNya semua ada dalam kontrolNya.
Mazmur 33:18-19, Tuhan memperhatikan dan memelihara hidup orang-orang yang takut akan Dia.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Mari renungkan apakah kita sudah memiliki kepercayaan yang benar terhadap Tuhan. Kita cek apakah masih ada kekhawatiran dalam hidup kita? entah itu khawatir akan masa depan, khawatir akan ekonomi, khawatir akan jodoh, orang tua, anak, karir, dsb. Mungkin kita masih bisa memuji Tuhan, menyanyikan bahwa kita percaya kepadaNya, tapi dalam hati kita masih ada kekhawatiran. Tepatkah jika sikap kita masih demikian? Masalah apa yang kita hadapi hari-hari ini? Seberapa pelik masalah itu? masih bisakah kita bersukacita ditengah masalah-masalah itu?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Ketidak percayaan erat kaitannya dengan kekhawatiran, dan 2 masalah ini bisa mempengaruhi hubungan seseorang dengan Tuhan. Ingat perumpamaan tentang benih yang jatuh dalam semak duri? Benih itu bisa tumbuh, tetapi selanjutnya terhimpit oleh kekuatiran sehingga tidak menghasilkan buah yang matang. Hari ini kita diingatkan untuk kita tidak khawatir, untuk kita tetap bersukacita. Bukan karena tidak ada masalah, tapi karena kita percaya kepadaNya. Kepada pribadi yang sangat-sangat bisa dipercayai. Pribadi yang menciptakan semuanya dengan sabdaNya, Pribadi yang perkataanNya bisa dipercaya, Pribadi dimana segala sesuatu ada dalam pengamatanNya, dan Pribadi yang memperhatikan dan memelihara hidup orang-orang yang takut akan Dia. Mari kita bersukacita karena Dia.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saksikanlah kepada orang lain, bagaimana pengalaman anda bisa tetap bersukacita sekalipun ditengah masalah yang pelik.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

