20 Desember 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Keluaran 20:7, Yehezkiel 20:9
MENEMUKAN (M1)
Bacalah renungan pagi ini, Keluaran 20:7, Salah satu dari sepuluh perintah Tuhan yang disampaikan Tuhan kepada bangsa Israel melalui perantaraan nabi Musa, dan ditulis pada dua loh batu yang tertulis pada Keluaran 20:7 adalah: “………………………………………………..”-* sebab Tuhan akan ……………………………………………………”.
MERENUNGKAN (M2)
“Mengapa kita tidak boleh menyebut nama Tuhan dengan sembarangan?” Karena nama Tuhan adalah kudus. Karena itu Tuhan sangat benci terhadap orang-orang yang berani melecehkan, meremehkan dan mempermainkan nama-Nya dengan sembarangan.

Ketika bangsa Israel tidak menghormati lagi nama Tuhan, tidak menghiraukan perkataan-Nya dan tetap menyembah kepada berhala-berhala, hal itu menimbulkan kemurkaan Tuhan. Berfirmanlah Tuhan kepada Yehezkiel: “Tetapi Aku bertindak oleh karena nama-Ku, supaya itu jangan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa, di mana mereka berada. Di hadapan bangsa-bangsa itu Aku menyatakan diri kepada mereka dalam hal Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir.” (Yehezkiel 20:9). Tindakan Tuhan selalu dikaitkan dengan nama-Nya, seperti yang ditulis Daud dalam mazmurnya: _ “Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.”_ (Mazmur 23:3). Nama Tuhan juga merupakan kekuatan dan keselamatan bagi orang benar, tapi bagi orang fasik nama Tuhan menjadi kebencian. “Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.” (Amsal 18:10).
MELAKUKAN (M3)
Pertanyaan besarnya, “Bagaimana caranya kita menghargai bahwa nama Tuhan itu adalah kudus?“ Caranya cukup sederhana yaitu dengan bertindak dan berperilaku kudus sama seperti yang Tuhan ingini dan telah tuliskan melalui firmanNya di kitab suci. Kita ditantang untuk hidup dalam kekudusan agar dapat menghayati nama Tuhan yang kudus. Nama Tuhan yang kudus itu harus dimulai dari kehidupan orang yang berdoa: “Dikuduskanlah nama-Mu,” (ayat renungan). Jika ucapan tersebut tidak disertai kekudusan hidup orang yang berdoa, ucapan doa itu sama sekali tak ada artinya. Orang percaya bertanggung jawab penuh atas perkataan dan perbuatannya sehari-hari, sebab keberadaannya di tengah dunia membawa misi, yaitu menjadi saksi-saksi-Nya. Di situlah nama Tuhan dipertaruhkan di mata dunia.

MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pada siapapun, termasuk keluargamu dan teman-teman komselmu bahwa nama Allah itu kudus, sehingga untuk itu bersikaplah penuh tanggung jawab terhadap semua perkataan, sikap dan perbuatan, karena itu bukan saja berdampak pada diri sendiri tetapi pada banyak orang disekitar kita.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

