19 Desember 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ayub 40:3-9; 41:1b-2
A. PENGANTAR
“Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan” (Ayub 1:1). Ayub adalah seorang percaya, orang yang sangat saleh dan pendoa. Pasti ia mengenal Allah sebagaimana ia seharusnya. Pasti ia memiliki suatu “rasa akan keagungan Allah.” Tetapi kemudian datang penyakit dan malapetaka dari padang gurun rohani dan fisiknya. Dan di tengah-tengah kegelapan Ayub, Allah berbicara dalam kegungan-Nya kepada Ayub:
Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu? Apakah lenganmu seperti lengan Allah, dan dapatkah engkau mengguntur seperti Dia? Hiasilah dirimu dengan kemegahan dan keluhuran, kenakanlah keagungan dan semarak! … Amat-amatilah setiap orang yang congkak dan rendahkanlah dia! Amat-amatilah setiap orang yang congkak, tundukkanlah dia, dan hancurkanlah orang-orang fasik di tempatnya! … Maka Aku pun akan memuji engkau, karena tangan kananmu memberi engkau kemenangan…. Siapakah yang dapat bertahan di hadapan Aku? Siapakah yang menghadapi Aku, yang Kubiarkan tetap selamat? Apa yang ada di seluruh kolong langit, adalah kepunyaan-Ku. (40:3-9; 41:1b-2) (Sumber : Desiring God – www.desiringgod.org)

Kisah Ayub adalah Kisah Kekuasaan dan kekudusan Allah di dalam kehidupan Ayub. Sekalipun Ayub dinilai sudah tercatat sebagai orang yang saleh dan takut akan Tuhan, tetap Allah yang Kudus berkuasa mendidik Ayub tetap bertumbuh dalam kebenaran Allah di semua bagian kehidupan Ayub. Semua bentuk kenajisan , apakah di dalam pikiran, perasaan atau kehendak, tidak akan bisa bertahan di hadapan Allah yang kudus.
B. PEMBELAJARAN
B.1. Menemukan
Bacalah : Ayub 40:3-9; 41:1b-2
- Apakah yang dikatakn Allah tentang Ayub? (Ayub 40:3,8,9)?
B.2. Merenungkan
Menurut Anda, sampai kapan setiap anak Tuhan dididikNya dalam kebenaran tentang Kekudusan? Bandingkanlah kisah hidup Ayub ke dalam kehidupan Anda.

B.3. Melakukan
Apakah rencana Anda untuk membangun kebiasaan diri sebagai pelaku kebenaranNya tentang kekudusan?
B.4. Membagikan
Teruslah bersukacita menjadi saksi Kristus tentang peneladanan sifat Suci Allah di dalam kehidupan Anda. Perbuatan lebih kuat dampaknya dari sekedar berkata-kata. Tuhan Yesus memberkati.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

