18 Desember 2021
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Wahyu 4:1-8
A. PENGANTAR
Penglihatan Yohanes akan takhta Allah dalam Wahyu pasal 4 serupa dengan yang dialami Yesaya. Lagi-lagi, ada makhluk hidup di sekitar mereka yang menyerukan, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa” (Wah 4:8) dengan penuh hormat dan kagum kepada Yang Maha Kudus. Yohanes mendeskripsikan makhluk-makhluk ini memuliakan, memuji, dan memberi hormat terus menerus kepada Allah di sekitar takhta-Nya. Yang menarik, reaksi Yohanes pada penglihatan akan Allah di takhta-Nya berbeda dengan reaksi Yesaya. Tidak ada catatan bahwa Yohanes jatuh tersungkur dan menyadari keberadaannya yang penuh dosa; mungkin dikarenakan Yohanes telah menjumpai Yesus di awal penglihatannya (Wah 1:17). Kristus telah menempatkan tangan-Nya di atas Yohanes dan mengatakan kepadanya supaya jangan takut. Dengan cara yang sama, kita dapat mendekati takhta kemuliaan Allah jika mendapati tangan Kristus di atas kita, melalui kebenaran-Nya, yang menebus dosa kita di kayu salib (2 Kor 5:21).
Namun mengapa sampai ada pengulangan tiga kali seruan “kudus, kudus, kudus” (dikenal dengan istilah trihagion)? Pengulangan akan nama atau ekspresi sebanyak tiga kali merupakan hal yang lazim bagi bangsa Yahudi. Dalam Yer 7:4, bangsa Yahudi digambarkan sebagai, “bait TUHAN” sebanyak tiga kali, menunjukkan kekuatan dari penyembahan mereka, walaupun itu penuh kepalsuan dan kebohongan. Yer 22:29, Yeh 21:27, dan 1 Sam 17:23 juga memakai tiga kali pengulangan yang serupa untuk menunjukkan kekuatan. Maka, ketika malaikat di sekeliling takhta menyebut atau menyerukan satu sama lain, “Kudus, kudus, kudus,” mereka menunjukkan kekuatan dan semangat kebenaran akan kemahakudusan Allah, sifat inti yang menunjukkan kedahsyatan dan keagungan-Nya. (Sumber : Got Questions, Your Questions, Biblical Answers).

Apa yang dituliskan dalam Wahyu 4 adalah sama dengan Yesaya 6:3. Pesan ini pertanda, bahwa Allah adalah pribadi yang Kudus sepanjang masa dan merupakan satu semangat kekudusan dalam keseharian dan di semua bagian kehidupan. Ada kekuatan untuk merdeka dari semua bentuk belenggu dosa.
B. PEMBELAJARAN
B.1. Menemukan
Bacalah : Wahyu 4:1-8
1. Apakah yang dikatakan keempat makhluk tersebut ? (ayat 8)
B.2. Merenungkan
Bagaimana pendapat Anda tentang Wahyu 4:8?

B.3. Melakukan
Kekudusan Allah adalah kekuatan dan semangat untuk hidup dalam kebenaran sepanjang masa. Apakah yang akan Anda rencanakan sampai masa tua Anda dalam kaitan dengan membangun kekudusan Kristus dalam hidup Anda?
B.4. Membagikan
Kekudusan bukan teori, tetapi kehidupan suci karena ketaatan kepada prinsip-prinsip Yesus Kristus. Saksikanlah terus kepada sebanyak mungkin orang.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

