SENIN – PENERIMAAN TANPA SYARAT

14 Februari 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kejadian 3:21,23; Kejadian 4:14,15

A. PENGANTAR

Allah yang dikenal oleh orang Kristen adalah Satu Pribadi yang memiliki kasih. Bahkan Allah itu adalah kasih. Itulah karakter Allah dan sekaligus identitas diriNya. Sangat terbukti di dalam pencatatan di Alkitab bahwa Kasih Allah itu tidak muat masuk ke dalam kapasitas berpikir dan merasa dari seorang manusia biasa. Sekalipun sel-sel syaraf pada otak manusia yang jumlahnya bermilyar-milyar, tidaklah cukup untuk memahami apakah kasih Allah itu. Apakah kasih tanpa syarat itu yang disebut dengan istilah Kasih Agaphe? Itu sebabnya, Allah harus mengajari semua manusia di bumi dengan caraNya agar semua manusia memahami dan dapat menyelami serta menerapkan kasih Agaphe tersebut. Marilah kita memahami kisah pengampunan dan didikan Allah setelah Adam dan Hawa serta Kain berbuat dosa. Jika kita perhatikan dengan seksama, terdapat unsur Kasih yakni penerimaan tanpa syarat tetapi tidak kompromi yang Allah lakukan kepada Adam, Hawa dan Kain.

Penerimaan seperti apakah yang Allah ajarkan kepada kita? Penerimaan Allah kepada setiap orang secara khusus orang berdosa adalah satu dimensi sikap dan respon tindakan yang dikerjakan karena Kasih Allah. Sebagai orang Kristen kita melihat dari kacamata kebenaran kasihNya di dalam Alkitab. Kasih Allah tidak dapat diukur dengan logika manusiawi, tetapi dengan cara pandang firman Allah, karena kasih adalah kebenaran Allah, bukan perasaan atau emosi sesaat yang ditunjukkan manusia. Memang benar, dalam kasih ada unsur emosi atau perasaan.

Tetapi semua dimulai dari cara mengartikan kasihNya dan menggunakannya dalam menilai orang-orang yang bersalah kepada Tuhan atau bisa juga orang-orang yang bersalah kepada kita, menyakiti atau memfitnah atau seringkali menyusahkan kita. Atau semua bentuk kesalahan manusia yang menjengkelkan. Kebenaran Kasih (merujuk kepada I Kor 13) haruslah menjadi dasar respon penerimaan tanpa syarat tetapi mendidik, yang seyogyanya kita tunjukkan kepada orang-orang yang pernah merugikan kita. Demikianlah apa yang Allah contohkan tentang arti penerimaan tanpa syarat kepada Adam, Hawa dan Kain.

Apakah arti kasih tanpa syarat bagi Anda hari ini?

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Kejadian 3:21,23; Kejadian 4:14,15

  1. Apakah yang Allah katakan kepada Adam dan Hawa? (Kejadian 3:21). Dan apakah yang dikatakan Allah kepada kain? (Kejadian 4:15)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Mari kita libatkan Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran (Yoh 16:13) untuk memahami sikap dan tindakan “pembelaan” Allah kepada Adam, Hawa dan Kain. Kenapa orang-orang yang berdosa tersebut masih dapat diberi kesempatan hidup oleh Allah? Bukanlah Allah memiliki hak prerogatif untuk menghentikan kehidupan mereka di bumi?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Selidikilah dan atasilah hal-hal saja yang menghalangi kita untuk memberikan respon penerimaan kepada setiap orang yang bersalah kepada kita. Mulailah bertindak dengan dasar kasih yang mengampuni.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Siapakah orang yang ingin Anda dekati dan menyampaikan kasih Allah?

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47