MINGGU – HUBUNGAN KITA DENGAN DUNIA

27 Februari 2022

Penulis : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 17:21

A. PENGANTAR

Apa tujuan kita menjadi satu? Yohanes 17:21 mengatakan sehingga dunia percaya bahwa Bapa lah yang mengutus Yesus! Apa relasi antara kita menjadi satu (dengan Allah dan sesama) dengan dunia percaya? Tidak mudah untuk menguraikannya. Namun kira-kira seperti ini, jika kita tanyakan kepada diri kita sendiri yang mungkin sudah puluhan tahun menjadi Kristen. Apa yang kira-kira membuat kita bertahan dan bertumbuh sebagai seorang Kristen? Mungkin kita akan langsung dan percaya diri menjawab, tentu saja karena hubungan kita dengan Tuhan. Tapi benarkah demikian? Mungkin ya memang benar, tapi tidak sepenuhnya benar. Karena sebagai satu anggota tubuh, kita tidak akan bertumbuh dengan sempurna jika tidak terhubung dengan anggota tubuh yang lainnya. Mungkin bisa bertumbuh, tapi tumbuhnya tidak benar-benar sempurna seperti seharusnya.

Maksudnya adalah kita bisa bertahan dan bahkan bertumbuh sebagai murid Kristus, juga adalah karena kita melihat dan merasakan kasih Tuhan itu ada didalam orang-orang yang kita kenal baik digereja ataupun dipelayanan. Selain tentu saja kita bertumbuh karena hubungan kita dengan Tuhan. Tapi secara logika saja, jika hubungan kita dengan Tuhan itu harmonis maka harusnya hubungan kita dengan sesama juga sama. Karena kasih Tuhan itu bersifat transmisif, artinya harus mengalir keluar dan tidak bisa ditahan. Nah, jadi relasi antara kita menjadi satu dengan dunia percaya adalah, dengan dunia melihat kasih Allah (yang tidak kelihatan) ada didalam murid-murid Kristus (yang kelihatan) maka percaya itu menjadi lengkap atau sempurna. Dan itu akan bisa membuat orang-orang yang percaya kepada Yesus bukan hanya bertahan tapi bahkan bertumbuh terus menjadi dewasa seperti yang Allah kehendaki.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Yohanes 17:21
“supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”
Kenapa dunia harus percaya bahwa Bapa lah yang mengutus Yesus?kenapa tidak cukup hanya percaya bahwa Yesus adalah Tuhan? Mungkin untuk kita yang sudah menjadi Kristen hal ini tidak menjadi masalah, karena kita memang sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Tapi untuk orang yang belum mengenal Yesus, akan sulit mencerna bahwa Yesus yang dalam rupa manusia mengaku Dia adalah Tuhan. Mereka perlu melihat ada campur tangan Allah yang tidak kelihatan yaitu Bapa untuk mereka mengerti bahwa Yesus ada didunia bukan karena keinginanNya sendiri melainkan karena ada yang mengutusNya yaitu Allah Bapa yang tidak kelihatan. Dengan jalan apa dunia percaya? Dengan jalan jika kasih Allah itu termanifestasi dalam kehidupan orang-orang yang percaya kepada Yesus. Hanya Allah yang punya kasih yang sempurna seperti yang Yesus perlihatkan dengan mengorbankan nyawa-Nya untuk kita, dan jika kasih yang sama itu termanifestasikan juga dalam kehidupan orang-orang percaya maka siapa yang bisa tahan untuk tidak percaya?

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Kita seringkali salah mengerti bahwa untuk menginjili, maka kita harus membuat KKR2, pergi memberitakan tentang Yesus dijalan-jalan, di mal, ditempat-tempat keramaian, atau mendatangi rumah-rumah atau komunitas-komunitas, dsb. Namun apa yang kita temukan jika kita baca Yohanes 17:21? Selain hanya dengan kita menjadi satu, maka dunia tidak akan percaya. Memang benar bahwa agar orang-orang mendengar tentang Injil maka harus ada yang memberitakannya dan ini seringkali dipahami sebagai penginjilan. Tapi maksud dari memberitakannya itu tidak hanya menceritakan tentang siapa Yesus, melainkan juga memperlihatkan dan mendemonstrasikan apa yang Yesus lakukan untuk kita dan itu artinya adalah mereka melihat kasih Yesus termanifestasi dalam kehidupan murid-muridNya. Jika mereka hanya mendengar tentang Yesus tapi tidak melihat dan merasakan kehadiranNya dalam kehidupan orang-orang percaya, maka segera saja mereka akan kembali kepada kehidupan mereka yang lama. Tidak kuat dan berakar.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Tidak ada jalan pintas dalam penginjilan. Allah memiliki caraNya sendiri untuk mengerjakan sesuatu. Kita tidak dapat menyingkat atau memotong jalanNya. Ketika kita memberitakan tentang Yesus kepada orang yang belum mengenal Dia, mungkin orang itu akan segera percaya. Namun setelahnya dia ingin segera melihat buktinya yaitu kasih dan kesatuan orang-orang yang menjadi murid Kristus. Kita sudah sering mendengar bukti statistik yang menyatakan tidak sampai 20% orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat di ibadah-ibadah KKR bertahan menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh. Kita tidak dapat membawa keselamatan kepada dunia secara efektif kecuali umat Allah mau bersatu didalam Kristus dan menyatakan kemuliaanNya. Jika umat Allah menyatu secara rohani dan bukan sekedar secara organisasi, kuasa Allah akan terwujud dengan dashyatnya sehingga orang-orang yang tidak mengenal Allah akan ditarik pada Allah.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakan dan diskusikan dengan rekan/anggota komsel bahwa kesatuan kita sebagai tubuh Kristus sangat-sangat berelasi dengan dunia menjadi percaya kepada Yesus.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47