26 Februari 2022
Penulis : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 17:11
A. PENGANTAR
Kemarin kita sudah belajar bahwa untuk bisa menjadi satu kesatuan tubuh Kristus kita harus mengalami terlebih dahulu penyatuan dengan Allah dengan memiliki komunikasi batiniah yang dalam dengan Yesus. Hanya dengan memiliki hubungan yang harmonis dengan Dia lah kita bisa menyatu dengan Dia dan menjadi sehati dan sepikiran dengan Dia. Tanpa kita terlebih dahulu menyatu dengan Allah kita tidak akan bisa menyatu dengan sesama murid-murid/anggota tubuh Kristus.
Kesatuan kita dengan sesama yang dimaksud tidak hanya bersifat organisasional, melainkan bersifat rohani dan bukan hanya dipermukaan saja. Kesatuan kita bukan karena sebagai sesama anggota sebuah organisasi gereja atau pelayanan, melainkan sebagai murid-murid Kristus. Dan ini hanya bisa terjadi jika aspek yang pertama sudah terjadi. Setiap kita terlebih dahulu harus menyatu dengan Allah, berkomunikasi dengan Dia, barulah kita dapat memiliki pemahaman dan komunikasi batin yang mendalam satu dengan yang lain. Hubungan kita dengan sesama dan hubungan kita dengan Allah merupakah kedua hal yang tidak terpisahkan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Yohanes 17:11 berkata “supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita”. dan ayat 21 berkata “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita”.
Perhatikan ada 2 kalimat diayat 11 yang diulang pada ayat 21, yang pertama yaitu “Supaya mereka menjadi satu” dan yang kedua yaitu “sama seperti Kita” yang pengulangannya lebih didetailkan lagi oleh Yesus bahwa Kita yang dimaksud di ayat 11 adalah Yesus dan Bapa.
Pengulangan kalimat “Supaya mereka menjadi satu” menegaskan bahwa Yesus sungguh-sungguh rindu dan mengharapkan agar murid-muridNya menjadi satu (sehati dan sepikiran). Kemudian pengulangan kalimat “sama seperti Kita” menunjukkan bahwa kesatuan Yesus dan Bapa adalah role modelnya, sebagai contohnya dan juga sekaligus standar yang ditetapkan. Bagaimana kita bisa mengikuti role model/contoh tersebut jika kita tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan Allah? Dan bagaimana kita bisa menyatu dengan sesama jika kita tidak menyatu dengan Allah?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Mari kita renungkan kenapa orang yang menyatu dengan Allah bisa membawa persatuan juga dengan sesama? Orang yang menyatu dengan Allah dan bergaul dengan Allah pasti memiliki kehidupan, sikap dan sifat yang menyegarkan dan menyenangkan. Ketika kita bertemu dengan orang-orang seperti ini, maka kita bisa merasakan sepertinya persoalan kita mulai ringan bahkan mulai lenyap. Hal ini karena ia menyalurkan hidup, kasih, kuasa, kemurahan, kebenaran, hikmat dan kebaikan Allah kepada kita.

B.3. MELAKUKAN (M3)
Hubungan Yesus dan Bapa adalah role model/contoh bagi kita murid-murid Nya. Dalam hubungan itu ada pengorbanan dan kasih yang mendalam. Demikian juga seharusnya hubungan kita dengan sesama. Apakah kita sudah merasakan pengorbanan dan kasih yang mendalam terhadap hubungan kita dengan sesama?mari instrospeksi diri kita masing-masing. Ketika kita mulai memberikan diri kita kepada orang lain, saling memikul beban dan saling menyayangi, kita mulai mengalami kesatuan yang menjadi panggilan Allah kepada kita.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakan dan diskusikan dengan rekan/anggota komsel bagaimana langkah praktis agar kita bisa mengalami pengorbanan dan kasih yang mendalam terhadap hubungan kita dengan sesama.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

