04 Maret 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kisah Para Rasul 2:42.46
A. PENGANTAR
Kata tekun berasal dari kata Yunai, yakni “Proskarterountes” yang memiliki arti dalam bahasa Inggris , Steadfastly continuing. Dalam bahasa Indonesia artinya tetap, konsisten, konstan. Artinya Tekun adalah kata kerja yang menunjukkan aktivitas rutin dan penuh perjuangan untuk menyelesaikan dan mencapai target tertentu. Dengan kata lain dapat diartikan fokus pada apa yang dipikirkan, dirasakan dan dilakukan. Apakah yang Anda sedang tekuni hari ini? Dan apakah yang gereja tekuni seharusnya?
Apa yang dialami oleh jemaat mula-mula di kota Yerusalem adalah bukti ketekunan bersama yang sangat kompak dan berdampak. Buah ketekunan mereka adalah perubahan diri dan perubahan orang lain di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Bagaimana ketekunan dapat terbentuk dalam kehidupan jemaat? Perhatikanlan Kisah Para Rasul 2:44! Kata kunci pembentuk kekuatan dan kemampuan untuk tekun dalam menjalankan kebenaran Iman percaya adalah percaya. Satu sistem kepercayaan jemaat mula-mula dibentuk dalam pikiran mereka bahwa mereka adalah umat tebusan Allah yang telah percaya dan dibaptis sebagai pengikut Kristus. Pola pikir tersebut dijadikan identitas diri dan menjadi motivasi terbaik untuk bertekun dalam berbagai aktivitas jemaat.

Ketekunan adalah fokus pada firmanNya dan bersiap menuai hasil ketekunan secara bersama-sama. Ketekunan adalah tindakan mengesampingkan keinginan daging manusia menuju kepada keinginan Roh Allah.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Kisah Para Rasul 2:42.46
- Temukan 5 hal kebiasaan jemaat mula-mula!
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Menurut Anda , kenapa jemaat mula-mula dapat mambangun kebiasaaan sebagai jemaat? Siapakah yang mengerjakan kebersamaan jemaat mula-mula?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Berkontribusilah di dalam komunitas gereja Anda atau sedikitnya mulai dari rumah Anda, sebagai bagian yang dapat menciptakan kebiasaan saling melayani dalam kasih Tuhan.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Berbagilah pengalaman ketekunan Anda di dalam komunitas pelayanan dalam gereja.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

