04 April 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 1:12-13
A. PENGANTAR
Setiap orang memiliki identitas diri yang unik, karena identitas itu adalah tanda pengenal yang unik dan khas. Dalam ilmu biologi, satu bagian dari inti sel yang disebut DNA (deoxyribonucleic acid), yakni pusat informasi genetika manusia yang mengandung potensi diri yang unik yang terlihat dari ekspresi tubuh sepeti, kulit warna sawo matang atau putih, rambut keriting atau lurus. Dalam aspek perilaku , DNA juga berperan dalam memnbedakan perilaku manusia yang periang atau pendiam. Keunikan ini sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan dari generasi 1 sampai 4 (Kakek Buyut sampai ke Cicit). Sehingga dalam penentuan identitas yang otentik dari diri seseorang adalah melalui penyelidikan jenis DNA.
Di dalam konteks manusia, sebagai ciptaan Allah, barangsiapa yang telah menerima dan mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka, orang tersebut akan memiliki identitas sebagai anak Allah. Secara kerohanian, maka identitasnya adalah keturunan Allah. Ada keunikan setiap ciptaan Allah, karena di dalamnya terdapat rancangan Allah dalam diri manusia, mulai dari kelahiran sampai kepada kematian (Kej 1:26-27). Identitas sebagai anak Allah, diikuti dengan kuasa atau otoritas menjadi anak-anak Allah.

Otoritas itu adalah berupa mandate dari Allah kepada manusia yakni orang Kristen untuk menjadi agen pemberitaan Injil dan membangun gerejaNya di bumi (Mat 28:19-20; Mat 16:18). Bagaimanakah kita dapat memahami akan identitas dan otoritas ini di dalam kehidupan pribadi kita? Percayalah dan kenakanlah senantiasa identitas Ilahi ini, karena seyogyanyanya sebagai anak Tuhan, identitas tersebut harus selalu menjadi identitas hidup di bumi, melampaui identitas jasmani , dengan nama diri da nasal keluarga. Itu sebabnya, adalah satu kehormatan dan kebanggan tak terkatakan ketika kita sudah menjadi anak-anak Tuhan di bumi. Karena itu adalah otoritas untuk menjadi pemenang sepanjang masa hidup di bumi, menjadi kunci sukses dalam semua bagian kehidupan kita. Sebab di dalam otoritas ada Allah yang bekerja sebagai sumber otoritas.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Yohanes 1;12-13
- Siapakah yang diberikan Allah kuasa supaya menjadi anak-anak Allah ? (ayat 12)
- Dari apakah mereka diperanakkan? (ayat 13)

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Renungkan secara mandala, apakah arti identitas sebagai anak Allah untuk Anda? Kuasa apakah yang Anda pahami ketika menjadi orang Kristen (saat mengalami kelahiran baru)?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Kenakanlah identitas diri sebagai anak Allah secara benar dan berani ketika Anda sedang berada dimana saja dan kapan saja. Terutama ketika sedang bergumul untuk hidup dalam kebenaran di hadapan orang-orang yang menentang kebenaran yang Anda yakini sebagai anak Tuhan.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pemahaman dan iman Anda akan identitas sebagai anak Tuhan kepada orang lain.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

