RABU – HIDUP DALAM KETAATAN

06 April 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
I Raja-raja 17:1-6

A. PENGANTAR

Seperti apakah hidup dalam ketaatan itu? Sejauh apakah kita hidup dalam ketaatan?
Sesungguhnya kunci hidup taat kepada Tuhan adalah selalu percaya kepada setiap perkataan Tuhan yang disampaikan kepada roh kita dan kita responi dengan roh juga. Ketika terbentuk koneksi demikian, maka firman Tuhan atau perkataan Tuhan yang kita dengar, akan dapat diteruskan ke dalam pikiran dan emosi kita. Ketika pikiran dan emosi kita dipenuhi dengan Firman atau perkataan Tuhan, maka sudah tentu pasti keputusan kita adalah keputusan yang benar dan tepat waktu. Itulah ketaatan.

Bagaimana kita dapat memiliki gaya hidup taat? Kuncinya adalah memiliki hati yang lemah lembut dan rendah hati. Dengan kerendahan hati Yesus bersedia turun dari surga ke bumi dan menjadi seorang manusia yang berperan sebagai hamba bagi orang lain. Dan dengan kelemah lembutan Yesus bersedia dibentuk oleh Bapa selama di bumi dan bersedia disiksa, disalib dan mati demi menyediakan keselamatan atau hidup kekal untuk manusia.

Keputusan Yesus Kristus untuk turun ke bumi adalah wujud ketaatan sebagai Anak Allah. Sebagai pengikut Kristus, marilah kita meneladani Yesus dalam hal ketaatan sebagai pola kehidupan anak-anak Tuhan. Sebagai anak yang diberi kuasa oleh Allah untuk menjadi anakNya, ketaatan kepada firman Tuhan adalah harga yang harus ditunjukkan dengan semua pemikiran dan perilaku sebagai anak-anak Tuhan.
Hari ini tidak ada kata lain selain belajar taat 100% kepada perkataan atau firman Tuhan yang anda dengar daripada Tuhan pada hari ini. Itulah yang terbaik buat anda.

B. Pembelajaran
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : I Raja-raja 17:1-6

  1. Apakah tindakan Elia setelah Tuhan berfirman kepadaNya? (Ayat 5)
  2. Apakah buah ketaatan Elia kepada perintah Allah? (ayat 6)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Bagaimana refleksi diri Anda terhadap Kisah Elia dalam teks pembacaan di atas? Bagaimanakah cara Anda membangun karakter ketaatan?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Mulailah dengan belajar menjadi seorang yang lemah lembut, maka Anda akan terbiasa mengerjakan perintah Tuhan tanpa diawali dengan tawar-menawar atau komplain kepada Tuhan. Latihlah setahap demi setahap.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ajarlah orang lain tentang ketaatan dari pengalaman ketaatan Anda 100% kepada Tuhan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47