09 April 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
I Tes 5:19-21; Yoh 6:63
A. PENGANTAR
Apakah anda memahami tentang kehidupan Roh/kehidupan supranatural? Tidak sedikit orang mengira, bahwa kehidupan dalam Roh selalu berarti pada praktek praktis Roh kudus yang situasional seperti berbahasa lidah/bahasa roh, kesembuhan dan mujizat yang terjadi sesaat (even tertentu) dan segala bentuk menifestasi Roh Kudus dalam even tertentu. Dan reallitanya hal-hal seperti ini yang banyak diminati orang-orang Kristen atau juga bukan Kristen. Hal demikian tentulah tidak salah, namun akan menjadi keliru jikalau dijadikan indikator sebagai hidup yang rohani. Sebagai anak-anak Allah yang diberikan kuasa, kita memiliki kesempatan untuk bertumbuh secara rohani dalam ukuran kehidupan yang menyeluruh. Firman Allah berlaku dalam area roh, jiwa dan tubuh setiap orang Kristen.
Roh Kudus sebagai manifestasi kehadiran Kristus di bumi, bukanlah sekedar daya pengaruh sesaat, tetapi dia adalah pribadi yang memiliki sifat pribadi dan bekerja secara berkesinambungan dalam seluruh bagian kehidupan orang Kriten. Roh Kudus adalah Roh kebenaran yang memberi kuasa untuk melakukan perubahan kehidupan (Kis 1:8). Kepercayaan hanya pada manifestasi kuasa Roh Kudus yang situasional (hanya pada acara tertentu) akan dapat membawa kepada rutinitas agamawi (menjadi kebiasaan/ritual) yang berujung pada kepasifan rohani. Perlu sekali kita memahami seutuhnya arti dari kehadiran Roh Kudus. Berikut beberapa dampak dari kepasifan rohani :

- Perkara rohani menjadi rutinitas agamawi belaka
- Kehilangan persekutuan yg hidup dgn Tuhan
- Terpatok pd cara kerja Roh Kudus di masa lampau
- Selalu bergantung pd hamba-hamba Tuhan yg ada
Pemahan Firman Allah disertai doa dan puasa akan dapat mengatasi kepasifan rohani anda secara benar.
Tetapi aku, ketika mereka sakit, aku memakai pakaian kabung; aku menyiksa diriku dengan berpuasa, dan doaku kembali timbul dalam dadaku, (Maz 35:13)
Puasa adalah ibarat detoksifikasi pikiran , emosi dan kehendak yang bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan. Ada kesempatan untuk kebangkitan iman dan kehidupan rohani yan aktif bahkan proaktif kektika kita berdoa dan berpuasa. Inilah kesempatan terbaik untuk memulai atau melanjutkannya.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : (I Tes 5:19-21; Yoh 6:63
- Apakah yang dituliskan dalam I Tes 5:19-21?
- Apakah yang memberi hidup? (Yoh 6:63)

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah arti kehidupan rohani yang benar menurut Anda? Lihatlah Yohanes 6:63. Bagaimana cara Anda menerapkannya agar kehidupan rohani Anda tidak terjebak dalam kondisi pasif rohani?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Mulailah mencatat, hal-hal apa saja yang seringkali membuat kerohanian menjadi menurun dan pasif? Atasilah dengan berdoa dan berpuasa serta dengan perenungan firman Tuhan.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Berbagilah pengalaman hidup dalam kuasa Roh Kudus kepada saudara seiman.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

