MINGGU – JEMAAT YANG RELA BERKORBAN

17 April 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kisah Para Rasul 4:32-37

PENGANTAR

Landasan utama bagi jemaat untuk berkorban dalam hidupnya ialah pengorbanan Kristus yang sudah menyerahkan diri-Nya secara total bagi keselamatan kita. Kesadaran akan pengorbanan Kristus yang maha dahsyat itulah yang seharusnya menginspirasi dan memotivasi kita untuk senantiasa berkorban dalam hidup kita di dunia ini.

MENEMUKAN (M1)

Melalui perenungan dalam KIsah Para Rasul ini, maka yang menjadi dasar kehidupan mereka (jemaat mula-mula) yang rela berkorban adalah mereka hidup sehati, sejiwa dan tidak ada seorangpun yang berkata bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu menjadi kepunyaan mereka bersama (ayat 32) Dan mereka melihat bahwa Yesus Kristus telah memberikan mereka teladan melalui karya salibNya (kebangkitanNya), bahwa pengorbananNya yang besar telah menghidupkan kembali mereka semua.

“Mengapa jemaat mau berkorban dengan memberikan harta milik mereka serta meletakkan ke depan kaki para rasul? Karena mereka telah mengalami kasih Kristus dan pengorbananNya. Dan Dibandingkan kasih Kristus yang mereka terima, apa yang mereka korbankan tidaklah seberapa.

MERENUNGKAN (M2)

Orang yang sulit berkorban, adalah orang yang berpikir atau menganggap bahwa apa yang dia punya adalah karena kehebatannya, usahanya bukan karena Tuhan, dan orang yang hatinya dikuasai uang dan tidak tahu bersyukur (KPR 5:1-11; 1 Timotius 6:10; Lukas 17:8). Orang kristen yang belum dewasa sehingga hidupnya masih dikusai nafsu dunia bukan Roh Kudus (Ibrani 5:11-14).

Orang yang rela berkorban adalah orang yang sadar bahwa hidupnya adalah anugerah Tuhan. Semuanya adalah dari Tuhan dan karena kebaikan Tuhan (Roma 11:36 ; 1 Korintus 3:6-8), Orang yang mensyukuri setiap berkat Tuhan (1 Tesalonika 5:18; Lukas 17:15-16)

Orang yang hatinya sungguh cinta Tuhan sehingga ia mau dibentuk dan dipakai Tuhan (Lukas 19: 5-10). Orang yang meresponi kehendak dan panggilan Tuhan (Yasaya 6:8)

MELAKUKAN (M3)

Ketika Tuhan memberkati keuangan dan ekonomimu, jangan naikkan standar hidupmu atau gaya hidupmu tetapi naikkanlah standar memberimu kepada Tuhan dan sesame (komunitas dan jemaat)

MEMBAGIKAN (M4)

Ketika kita bersama hidup dalam prinsip jemaat mula-mula, maka tergenapilah ayat 33 katakan “Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan diantra mereka”.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47