SABTU – SEPIKIRAN DAN SEPERASAAN

23 April 2022

Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Filipi 2 :1-11, Filipi 3:10

PENGANTAR

“Apakah dengan mengalami kelahiran baru (hidup di dalam Kristus), lantas semuanya menjadi mudah?” Apakah kita langsung otomatis mengalami kemenangan hidup? Secara de jure (secara kebenaran firman) iya!, kita mengalami kemenangan dalam Kristus, tetapi secara de facto (kenyataan hidup sehari-hari) kita harus meraih kemenangan itu dengan berjuang. Dan dalam perjuangan itulah kita harus memiliki ketaatan dan kesungguhan sepenuhnya kepada Kristus.

Karena dalam perjuangan menuju kemenanganNya, Yesus pun harus berjuang dalam ketaatan kepada BAPA.

MENEMUKAN (M1)

Demikian juga kita orang percaya, dalam meraih kemenangan rohani maka sudah seharusnya kita berjuang dengan tekun dan kesungguhan hati. Kita harus berjuang untuk mengalahkan dosa dan “cinta akan dunia” dengan hidup sesuai dengan kehendakNya. Memang ini tidak mudah membutuhkan proses yang panjang tetapi perlu dimulai sejak dini.

Kuncinya adalah Filipi 2: 5 ”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”

Kita harus memiliki pikiran, dan perasaan yang sama dengan Kristus (Keserupaan sama Seperti Kristus) dengan demikian maka kita akan mengerti kehendakNya, dan berjalan sesuai dengan rencanaNya sehingga kita akan mengalami kuasa kebangkitanNya yakni mengalami kemenangan rohani dan menjadi muridNya yang sejati

MERENUNGKAN (M2)

Kisah dimana Yesus walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Filipi 2:5-11) Adalah contoh yang harus kita teladani dalam hidup yang penuh tantangan dan cobaan ini sehingga sama seperti Kristus kita akan mengalami kemenangan (ditinggikan)

MELAKUKAN (M3)

Saudara terkasih, mari kita semua punya komitmen untuk hidup sama seperti Kristus yaitu satu pikiran dan perasaan dengan Nya. Kita tahu ini tidak mudah, dibutuhkan sebuah alasan yang besar sebagai pendorong (motif) yaitu Kasih Akan Allah. Kasihlah yang akan membawa kita mampu menghidupi semua teladan Kristus, Kasih juga yang membuat kita mampu melewati jalan-jalan yang tidak mudah kita lalui. Kasih pula yang membuat kita mau merendahkan diri kita sampai kita mengalami kuasa kebangkitanNya.

MEMBAGIKAN (M4)

Share kisah bagaimana Yesus dengan kasihNya melalui jalan-jalan salib, disalibkan dan mati, serta dibangkitkan. Dan ini semua Ia lalui karena satu alasan yaitu Kasih. Kasih yang bukan diberikan kepada orang yang mengasihi Dia, justru Kasih yang diberikan kepada semua orang termasuk orang-orang yang membenciNya.

Adalah biasa jika kita mengasihi orang yang mengasihi kita, tetapi adakah Kasih yang lebih besar dari orang yang mengasihi orang-orang yang membenci dan melawanNya??. Hanya ada satu yaitu KRISTUS lewat karya SALIB dan KebangkitanNya.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47