SELASA – Pertanggung jawaban Terhadap Kasih Tuhan

03 Mei 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yohanes 21:15-17

A. PENGANTAR

Mari kita simak dengan baik tentang percakapan antara Tuhan Yesus dengan Petrus di dalam nats Bacaan Alkitab di atas. Ada hal yang sangat penting bagi Yesus untuk disampaikan kepada Petrus dan membutuhkan jawaban dari mulut Petrus. Apakah itu? Yakni tentang pertanyaan : “Petrus, apakah engkau mengasihi-KU?”. Pertanyaan ini disampaikan secara berulang sebanyak tiga kali. Apakah yang diharapkan Yesus dari jawaban Petrus? Padahal jawaban dari Petrus tetap sama yakni “Aku mengasihi Engkau.”

Bila kita mempelajari dalam ilmu Bahasa, jika ada kalimat yang diulang-ulang dalam satu tahap percakapan, hal tersebut menandakan bahwa kalimat itu penting bagi si Penanya. Bagi Yesus , jawaban dari mulut Petrus adalah sangat penting, karena bagi Yesus, arti kasih bukanlah satu hal biasa. Kenapa? Karena, Kasih mengandung makna tindakan yang penuh kerelaan untuk mentaati perintahNya. Kasih adalah perintah Allah, bukan sikap dan tindakan yang situasional dan emosional. Kasih adalah kebenaran firman Tuhan. Untuk itu, barangsiapa yang telah menyatakan diri sebagai pemilik dan pelaku kasih Allah, maka dia sepatutnya dimintai pertanggung jawaban tentang Kasih Allah itu. Kasih Allah itu selalu menuju pada tindakan yang penuh tanggung jawab untuk melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai orang Kristen di muka bumi ini.

Satu tugas yang Yesus ingatkan pada Petrus adalah kasih yang menuju pada tugas penggembalaan orang percaya atau melayani orang-orang Kristen sebagai anggota jemaat yang dipercayakan. Ujian kasih Petrus kepada Yesus Kristus dibuktikan pada bukti pelayanan penggembalaan yang ditunjukkan oleh Petrus (bukan hanya dibicarakan sebagai teori pelayanan). Setiap orang Kristen yang telah dipenuhi Kasih Allah, tentu akan dimampukan melayani anak-anak Tuhan dengan penuh kasih dalam kesetiaan dan tanpa pamrih. Ketika kasih Allah memenuhi hati para hambaNya, maka akan banyak orang Kristen yang dekat dengan Anda dan akan terus senang dan merasa aman dengan Anda. Seperti halnya Yesus memberikan diriNya kepada setiap orang di bumi, demikianlah kitapun sebagai gerejaNya, tentu akan mendapatkan kehormatan melayani banyak percaya. Jangan pernah lelah dan menyerah ketika melayani orang lain. Selalu ada anugerahNya yakni kasihNya (I Kor 13), yang menjagai dan menguatkan pelayanan kita sampai akhir hayat.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Yohanes 21:15-17

  1. Apakah pertanyaan yang Yesus sampaikan kepada Petrus? (ayat 15,16,17)
  2. Apaakh jawaban Petrus?
  3. Apakah permintaan Tuhan Yesus kepada Petrus?

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Mari berhentilah sejenak untuk merenungkan arti kasih Allah dalam diri Anda. Sedalam apakah kasih Allah dalam setiap pelayanan Anda? Sekuat apakah Anda dapat mengasihi orang-orang yang Anda layani, sekalipun mereka tidak berespon baik dan sopan kepada pelayanan Anda? Bahkan mungkin orang yang pernah Anda layani, melakukan fitnahan?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Bersiaplah dengan hati yang penuh tekad untuk mempraktekkan kasih Allah dalam pelayanan Anda di gereja saat ini. Juga ketika Anda melayani orang-orang di lingkungan pekerjaan atau masyarakat dimana Anda bergaul.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saksikanlah kemenangan Anda dalam kesetiaan mempraktekkan kasih Allah di dalam pelayanan Anda.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47