07 Mei 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Matius 10:19-22
A. PENGANTAR
Bukti kuasa kasih Allah adalah bukan satu drama sebabak atau yang banyak orang sebut pencitraan tentang perbuatan baik. Karena kasih itu adalah Allah yang hidup di dalam hati orang yang percaya akan kerelaanNya memberikan AnakNya Yesus Kristus sebagai korban penebus dosa manusia. Kasih adalah kasih ketika Dia diizinkan oleh seseorang untuk 3 hal berikut :
- Menyangkal diri
- Memikul salib
- Mengikut Yesus
(Mat 16:24).
Tanpa 3 poin itu, maka tindakan demi tindakan kebaikan dan kedisiplinan dalam sejumlah norma-norma baik hanyalah tindakan karena motivasi yang mengangkat popularitas diri di hadapan orang lain.

Ada satu nilai yang sangat penting sebagai bukti bahwa Allah yang adalah kasih bekerja dalam hidup seseorang yakni melepaskan harta dan diberikan kepada orang miskin atau yang membutuhkan. Namun ternyata ilustrasi yang Yesus ajarkan dalam nats Alkitab di atas menjadi gambaran tentang manusia pada umumnya. Karena ada unsur keterikatan pada harta benda , maka yang muncul ketika berespon terhadap ajakan untuk memberi, adalah penolakan. Penolakan ini sama artinya tidak bersedia hidup mengasihi orang lain yang membutuhkan bantuan materi darinya. Ketakberdayaan untuk memberi ditunjukkan oleh tokoh dalam nats bacaan Alkitab di atas.
Sekali lagi ajaran Yesus adalah menunjukkan pertanggung jawaban keputusan kita untuk mengasihi orang lain sampai pada tahap rela melepaskan keterikatan diri terhadap keberatan hati untuk memberi. Apakah hal-hal atau materi kebendaan yang paling kita sayangi? Mulailah belajar dan belajar menjadi pribadi yang mengasihi.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN
Bacalah : Matius 10:19-22
- Hal-hal apa saja yang telah diperbuat seorang tokoh?(ayat 19-20)
- Ada satu hal yang belum dilakukan tokoh itu , kata Yesus. Apakah itu? (Ayat 21-22)

B.2. MERENUNGKAN
Menurut Anda , apakah arti yang telah ditunjukkan tokoh itu (orang kaya dalam nats bacaan Alkitab) ? (Ayat 22)
B.3. MELAKUKAN
Bagaimana cara Anda memberikan harta kesayangan Anda tatkala ada orang lain yang membutuhkannya? Mari berlatih memberi dalam kasihNya.
B.4. MEMBAGIKAN
Buah pemberian dari belas kasihan adalah kasih yang nyata tanpa pamrih.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

