MINGGU – DIKASIHI ALLAH DAN MANUSIA

08 Mei 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Lukas 2:52

A. PENGANTAR

Di dalam Alkitab diajarkan satu prinsip yang disebut Hukum Tabur Tuai. Intisari dari Hukum Tabur Tuai adalah apa yang ditaburkan dalam berbagai bentuk kebaikan untuk orang lain, akan dituai oleh mereka yang menaburkannya. Tentunya tindakan ini didasarkan pada kerelaan hati yang suci untuk memberi kepada orang lain yang membutuhkan. Hukum Kasih (Mat 22:36-40) hadir di dalam kehidupan umat Tuhan sebagai penyempurna Hukum Tabur Tuai.

Ketika para pengikut Kristus menjadi pelaku Kasih Allah, maka ada ganjaran untuk mereka, sebagai bentuk anugerah Allah yang diwujudnyatakan di dalam kehidupan sehari-hari. Yesus Kristus sebagai manusia, mengalami kasih Allah selama masa pertumbuhannya sehingga Ia bertambah hikmatNya dan dikasihi Allah dan manusia. Arti “dikasihi” di dalam bahasa Inggris disebut “Favor” yang artinya berkenan atau “pengaruh ilahi atas hati” manusia (Divine influence upoh the heart). Bagi kita yang memiliki jenis kasih Allah (“Kasih agaphe) mempunyai kesempatan beroleh respon dikasihi Allah dan sesama manusia. Ketika kita tidak lelah untuk menjadi penolong kepada sesama manusia , maka kita akan menuai pertemanan bahkan persahabatan dengan siapa saja yang juga mengasihi kita. Karya kasih Allah memampukan kita mengasihi sesama secara ‘habis-habisan’ sepanjang waktu. Rasul Paulus tidak pernah kenal lelah bahkan dia tidak menyayangkan dirinya untuk melayani dan menginjili serta mengajar banyak umat Tuhan di masa hidupnya.

Banyak jemaat yang telah dirintisnya dan Paulus telah dianggap sebagai bapak rohani dan guru yang penuh kasih. Kasihnya bukan hanya di balik mimbar khotbah-nya, tetapi tatkala di meja makan atau di tengah kesusahan jemaat, Paulus ada bersama mereka. Tidak heran banyak orang begitu mengasihi Paulus. Buah berkat yang dinikmati banyak jemaat, sebagai bukti dari akuntabilitas (pertanggungjawaban atau keadaan yang dapat dimintai pertanggungjawaban) kasihnya sebagai anak Tuhan.

Akuntabilitas kasihNya dalam kehidupan kita adalah taburan cinta kepada banyak orang yang akan membangun kekuatan hubungan kasih kepada siapa saja yang menerima kasih Allah di dalam kita. Siapa sajakah yang benar-benar mengasihi Anda hari ini? Bagaimana kesan mereka terhadap Anda? Seberapa kuat hubungan kasih mereka kepada Anda sampai hari ini?

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN

Bacalah : Lukas 2:52

  1. Dalam apa saja Yesus bertumbuh?
  2. Siapa yang mengasihi Yesus?

B.2. MERENUNGKAN

Marilah sejenak merenungkan, bagaimana tanggapan orang-orang yang pernah mengalami investasi kasihi yang sejati dari Anda? Apakah Anda mengalami apa yang dikatakan dalam Lukas 2:52 – ‘dikasihi manusia’?

B.3. MELAKUKAN

Kerjakanlah kasih Allah dengan perbuatan nyata tanpa kenal lelah dan tidak pilih-pilih orang untuk Anda kasihi. Bahkan musuh Anda (jika ada) sekalipun tetap menjadi target Kasih Allah. Satu hari secara otomatis maka Anda akan banyak dikasihi manusia.

B.4. MEMBAGIKAN

Jadikanlah kebiasaan mengasihi ibarat manusia menjadi terbiasa makan sebanyak 3 kali sehari, di dalam keadaan apapun dan dimanapun. Jadilah bertanggung jawab terhadap Kasih Allah yang kita miliki.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47