03 Juni 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
I Petrus 3:8-11
A. PENGANTAR
Allah memberi kemampuan pada kita untuk saling menghilangkan ketakutan. Kita melenyapkan ketakutan dari komunitas kita dengan cara saling mengasihi, sehingga setiap anggota merasa nyaman berada dalam kelompok (I Yoh 4:18). Rasa nyaman ini memungkinkan kita membawa semua keberadaan kita sebagai manusia – termasuk semua suka dan duka , kemenangan dan kekalahan, keuntungan dan kemalangan.
Allah menantang Anda untuk menciptakan suatu komunitas dimana Anda sangat bergantung pada kasih (I Pet 1:22) dan dimana kita masing-masing ‘hidup dan bergerak seutuhnya’ (Kis 17: 28). Allah ingin kita sama-sama menangis dan sama-sama bersukacita serta sama-sama saling memperdulikan (I Kor 12:25-26), menghibur maupun menegur, Tuhan ingin agar kita saling mendukung dengan hati yang lembut serta pikiran yang sederhana.
Saling mendukung berarti saling ingin melihat yang terbaik dalam diri saudara kita. Kita mendorong dan membangun sesama ketika kita melihat orang lain dalam hubungan dengan tujuan dan misi dalam hidup mereka. (Sumber : Lebih Baik Hidup Bersama-Rick Warren).
Salah satu yang disebutkan dalam teks pembacaan ayat-ayat di atas adalah perkataan.
Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,..

“Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. (I Pet 3:8,10)
Perkataan adalah kekuatan yang dapat membangun atau meruntuhkan kebersamaan dalam komunitas. Bagi penulis kitab ini, adalah penting untuk seia dan sekata serta menjada lidah terhadap yang jahat dan bibirnya dari ucapan yang menipu. Karena kesehatian itu ditunjukkan salah satu dengan perkataan yang saling mendukung dan perkataan yang jujur. Membangun kesehatian adalah dimulai dari hati yang jujur untuk menjadi sehati sehingga dapat bertekun dalam kebersamaan. Adanya pemahaman yang benar tentang akan kehadiran Roh Kudus pada saat pencurahan Roh di hari Pantekosta (Kis 2) menjadi kekuatan di hati mereka untuk terus berdoa dengan bertekun dan sehati selama 10 hari. Kesepakatan dari hati akan ditunjukkan dari perkataan yang jujur dan saling membangun.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : I Petrus 3:8-11
- Apakah yang yang tuliskan sebagai nasehat Petrus dalam I Pet 3:8?
- Apakah yang dinasehat dalam I Pet 3:10-11?

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Perhatikanlah tentang pesan ‘seia sekata dan menjad lidah dari hal-hal yang jahat dan menipu’. Bagaimana Anda melihat sejauh apakah dampak perkataan membangun dan dampak perkataan yang merusak hubungan di dalam membangun sehati dalam saling mendukung?
B.3. MELAKUKAN (M3)
Untuk dapat memulai saling mendukung, mulailah memahami untuk apakan komunitas Anda berkumpul? Dana apa yang dapat Anda berikan sebagai bantuan kepada saudara seiman dalam mendukung mereka, baik dalam suasana doa atau praktek memberi bantuan materil.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Teruslah bersaksi akan berkat sehati dalam saling mendukung.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

