KAMIS – Memberi Sebagai Gaya Hidup

16 Juni 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
2 Korintus 8:1-7

A. PENGANTAR

Makedonia adalah suatu daerah yg indah, berpusat di dataran yg mengelilingi teluk Tesalonika, dan yg semakin meninggi menuju pegunungan Balkan mengikuti lembah-lembah sungai yg luas. Daerah ini terkenal karena kayu dan logam yg berharga. Menurut Rasul Paulus, dua pasal ini berisi petunjuk-petunjuk mengenai pengumpulan persembahan bagi orang percaya yang miskin di Yerusalem. Kata-kata Paulus berisi pengajaran yang paling lengkap tentang pemberian orang Kristen yang tedapat dalam Perjanjian Baru. Prinsip-prinsip yang diberikan di sini menjadi pedoman bagi orang percaya dan jemaat sepanjang masa (Sumber : Alkitab.sabda.org)

Mari kita lihat dengan seksama, betapa kuatnya kasih tanpa pamrib di dalam jemaat di Makedonia. Adalah satu kebiasaan di dalam persekutuan mereka dalam membantu orang lain sekalipun mereka sendiri memiliki keterbatasan dalam memberikan bantuan secara materi. Yang menjadi fokusnya adalah pada satu sukacita dan kemurahan bagi orang lain. Perhatikanlah ayat berikut ,

Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. (2 Kor 8:2)

Sukacita yang meluap di dalam diri jemaat adalah kekuatan tak terbentung yang membungkam pemikiran manusia pada umumnya tentang memberi. Mereka jemaat yang miskin tetapi kaya dalam kemurahan. Kata kemurahan diterjemahkan dalam konteks kehidupan sebagai jemaat memiliki makna tentang prinsip-prinsip dan janji-janji penting yang menyangkut pemberian orang Kristen yakni

  1. Kita ini milik Allah; apa yang kita punyai dipegang sebagai sesuatu yang dipercayakan Tuhan kepada kita (ayat 2 Kor 8:5).
  2. Kita harus membuat keputusan yang mendasar dalam hati kita untuk hidup bagi Allah dan bukan untuk uang (ayat 2 Kor 8:5; Mat 6:24).
  3. Kita memberi untuk menolong mereka yang membutuhkan bantuan (ayat 2 Kor 8:14)

Jadi dari pengalaman hiidup yang murah hati, dapat dilihat bahwa jemaat di Makedonia telah menjadi surat pujian bagi Paulus dan rekan-rekan mereka serta bagi jemaat lain di Yerusalem yang mengalami kekurangan materi. Kuasa Allah dalam bentuk kemurahan kasih, adalah tenaga yang sangat kuat untuk jemaat ini tidak berpikir untung rugi tatkala memberi bantuan kepada orang lain. Memberi adalah kebenaran yang dilandasi kemurahan Allah.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : 2 Korintus 8:1-7

  1. Apakah yang dianugerahkan kepada jemaat di Makedonia? (ayat 1)
  2. Pada saat jemaat Makedonia dicobai dengan pelbagai penderitaan, apakah yang meluap dari mereka? (ayat 2)
  3. Berapa banyak yang mereka berikan dalam pemberian kepada jemaat di Yerusalem? (ayat 5)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Surat Pujian adalah berisi tentanng karya Roh Allah dalam bentuk perbuatan baik yang nyata. Seperti itulah yang terjadi dalam jemaat di Makedonia. Kenapa jemaat ini bisa memberi lebih dari kemampuan mereka? (Lihat 2 Kor 8:5). Apakah kuncinya?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Memberi dimulai bukan dengan jumlah kekayaan yang Anda miliki saat ini, tetapi dimulai dengan seberapa kuat sukacita memberi dalam diri Anda? Mulailah dengan pemahaman bahwa hati yang penuh kemurahan menjadi dorongan utama untuk memberi bantuan kepada orang lain (Mat 5:7).

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Berbagilah satu materi yang dibutuhkan orang yang Anda kenal, dengan hati yang bersukacita.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47