09 Agustus 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Ibrani 13 :5; Markus 6:24
PENGANTAR
“Jelaslah penulis Ibrani, memberikan perintah untuk kita jemaat Tuhan, tidak menjadi hamba Uang. Kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan, kita tidak bisa menjadi hamba uang dan pada saat yang sama mengabdi kepada Yesus (Matius 6:24, Lukas 16:13)
PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)
Adalah satu kesalahan dan kesesatan, ketika kita berjuang untuk kaya dan memperhamba diri kepada kekayaan atau uang. Lalu Kita berdoa kepada Yesus agar Dia memberikan kita kekayaan. Ini hal yang sesat, ini tidaklah benar!. Alkitab memberitahukan kita, kita ini dipanggil dan dipilih bukan untuk melayani uang dan menjadikan Yesus sebagai sarana untuk tujuan kita yaitu uang.
Kita harus menyembah Yesus sebagai Tuhan dan Raja, titik!

MERENUNGKAN (M2)
Hati-hati!, Mungkin pengajaran-pengajaran akhir zaman atau jaman modern, banyak mengarah ke sana, pengajaran kemakmuran telah menjadikan Yesus sebagai sarana untuk _“tuhan mereka yang sesungguhnya” yaitu uang dan kekayaan. Pengajaran yang menyerukan agar iman harus besar untuk bisa mencapai kepenuhan yang kelimpahan finansial. Ini sepenuhnya salah. Lewat renungan sebelumnya, ketika seseorang menjadi hamba uang, maka akar segala kejahatan itu adalah cinta uang (hamba uang). Karena mencari uang yang banyaklah (rakus dan menghalalkan banyak cara), orang-orang menyimpang dari kebenaran. Para hamba Tuhan menyelewengkan Firman agar mendapatkan uang. Banyak orang yang suka di khotbahi tentang uang/kekayaan daripada berita injil yang murni. Dan menyebabkan kerohanian mereka menjadi mundur dan kering bahkan kehidupan yang menyimpang (menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagi duka – baca 1 Tim 6;10 lagi) apa yang terjadi “berhala” mereka gemuk dan “kerohanian mereka kurus”
Kita memang harus berhati-hati karena sangatlah tipis perbedaan antara diberkati di dalam Tuhan dengan menjadi kaya. Banyak mata manusia tidak mampu membedakannya. Tuhan, Allahmu saja yang memberikan kita kekuatan untuk memperoleh kekayaan dengan maksud meneguhkan perjanjianNya¬ (Ulangan 8:18)

MELAKUKAN (M3)
Saudaraku marilah kita bertobat dan memandang kepada Yesus sebagai pusat, dan menjadi hamba-Nya yang sejati. Melihat dan memandang bahwa Dialah satu-satunya harta berharga yang kita miliki. Dialah pusat kehidupan sejati yang haruslah kita layani dan sembah dan taati dan menyerahkan kehidupan kita kepada-Nya. Roh Kudus memampukan kita untuk benci pada kecenderungan diri kita yang suka menjadi hamba uang. Dan mengajarkan kita untuk hidup oleh iman dan percaya kepada Dia, sang Raja.
Saya tidak bermaksud untuk kita semua menjadi miskin, bukan itu pesan injil. Yang injil mau adalah kita menjadi hamba Tuhan bukan hamba uang/kekayaan. “uang memang hamba yang baik tetapi ia juga adalah tuan yang jahat”
MEMBAGIKAN (M4)
Mari jemaat Tuhan viralkan gaya hidup yang mengandalkan Tuhan saja bukan uang. Dengan cara menjadikan Yesus adalah Tuhan dan pusat segalanya dan jadikan uang sebagai alat kelolahan saja, tidak lebih dan tidak kurang.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

