SELASA – TERIMA DAN BERPEGANG TEGUH

13 Juni 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Korintus 15:1-2

A. PENGANTAR

Kemarin kita sudah belajar bahwa hidup kita yang diubahkan semakin serupa dengan Kristus itu adalah mujizat terbesar yang bisa kita alami. Saat nanti kita meninggalkan dunia ini, apakah yang kita bawa? Harta? Jabatan? Ketampanan/Kecantikan? Bukan! Tapi hidup yang telah diubahkan semakin serupa dengan Kristus lah yang kita bawa. Jadi jangan siap mati jika hidup kita belum berubah! Sebaliknya harusnya kita takut dan gentar untuk mati, jika hidup kita belum berubah. Jadi perubahan hidup kearah Kristus inilah yang harus kita kejar, usahakan, gumulkan setiap hari setiap waktu seumur hidup kita. Tentu saja, kita tidak bisa sendiri. Hanya oleh pertolongan Tuhan saja kita mampu. Tuhan menyediakan Injil-Nya yang didalamnya ada karya penebusan Kristus agar kita bisa diubahkan sesuai dengan rancangan-Nya. Tapi semuanya tidak terjadi secara otomatis, melainkan memerlukan respon dari kita terhadap Injil itu.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari baca 1 Korintus 15:1-2
15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu–kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Agar kita mengalami kuasa dari Injil itu yaitu hidup yang diubahkan, maka perlu respon dari kita terhadap Injil itu. Dan apakah respon yang harus kita berikan? Dari bacaan kita diatas, ada 2 hal yang harus kita lakukan dalam meresponi Injil itu. Pertama, terima. Apa maksud dari “terima” ini? Kata terima dalam bahasa aslinya adalah paralambano yang artinya bukan hanya menerima sesuatu, tapi berarti juga “untuk mengambil”, “untuk mengambil dengan diri sendiri” seperti kita mengambil sesuatu untuk menjadi milik kita sendiri. Jadi maksudnya adalah, kita bukan hanya sekedar menerima dalam arti pasif tapi juga aktif. Banyak orang percaya kepada Yesus, tapi hidupnya tidak benar-benar diubahkan. Hanya euforia sesaat saja, setelah beberapa waktu dia kembali kepada kehidupannya yang lama. Kenapa? karena dia tidak benar-benar mau mengambil Injil itu untuk dirinya.
Kedua, berpegang teguh. Setelah kita terima Injil keselamatan, berikutnya adalah jangan lepaskan. Pertahankan seperti kita mempertahankan milik kita yang paling berharga. Jangan tinggalkan apapun yang terjadi. Dari pihak Allah, Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Bagaimana dari pihak kita?Firman Tuhan mengatakan “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?” (Roma 8:35), seharusnya Firman ini bukan hanya mewakili komitmen dari pihak Tuhan, tapi juga dari pihak kita. Itulah arti berpegang teguh. 1 Korintus 15:2, menyatakan hanya apabila kita berpegang teguh kepada Injil saja lah maka kita akan diselamatkan.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Mungkin banyak dari kita sudah bertahun-tahun menjadi Kristen. Pertanyaannya adalah, apakah kita sudah benar-benar diubahkan? Apakah kita masih diubahkan? Atau hanya pernah berubah saja lalu sekarang tidak lagi?. Khotbah hari minggu lalu menerangkan bahwa salah satu terjemahan dari Roma 12:2 mengatakan bahwa kita harus diubahkan (ditransformasi) dan perubahannya haruslah progresif atau terus meningkat levelnya. Apakah perubahan yang kita alami terus meningkat levelnya? Jika tidak, maka sebenarnya kita sedang tidak benar-benar berubah dan diubahkan. Karena itu kita harus benar-benar menerima Injil itu dan mengambilnya untuk menjadi seperti milik kita sendiri. Dan selanjutnya kita harus tetap berpegang teguh kepada Injil itu. Jangan tinggalkan, jangan lepaskan, tetap pertahankan apapun yang terjadi.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Mari saling meneguhkan saudara seimanmu dengan membagikan kebenaran yang engkau dapatkan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47