28 Juni 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Kisah Para Rasul 5:1-11
PENGANTAR
Kehadiran Tuhan begitu nyata atas umatNya, mereka bergerak dengan kuasa Roh Kudus tampil beda dengan cara hidup yang bisa dilihat. Banyak orang yang menggabungkan diri dengan tulus dengan mereka, tetapi ada juga yang pura-pura alias tipu-tipu. Komunitas orang percaya hidup dengan ketulusan, mereka melakukan karena ketaatan mereka kepada Tuhan, bukan sekedar untuk dilihat atau dikatakan orang mereka orang baik dan memiliki sosial yang tinggi satu sama lain. Mereka sungguh-sungguh melakukannya dengan penuh rasa hormat dan takut kepada Tuhan. Mereka mempraktekkan hidup penuh kasih karunia tanpa manipulasi untuk mencari keuntungan diri sendiri. Hidup tanpa ketulusan atau manipulasi akan mendatangkan hukuman Tuhan, tetapi hidup dalam kasih karunia akan mengalami hidup yang berkelimpahan.
Seperti perikop yang kita baca pagi ini tentang pasangan suami istri (Ananias dan Safira), apa yang mereka alami begitu kontras dengan apa yang dialami oleh komunitas orang percaya. Mereka sama-sama menjual harta miliknya dan menyerahkan hasilnya kepada rausl-rasul, tetapi bukan mengalami hidup berkelimpahan bahkan mati seketika di depan para rasul. Pasangan suami istri ini menjadi contoh yang buruk kita berdoa agar kita tidak menjadi melakukannya. Ananias dan Safira menjual harta miliknya seperti yang dilakukan oleh komunitas orang percaya pada saat ini, tetapi pasangan ini menahan sebagian hasil penjualannya, mereka mengambil untuk diri sendiri (mereka tidak melakukannya dengan tulus atau jujur) mereka berbohong. Mereka melakukannya bukan karena buah ketaatan kepada kasih karunia Tuhan, mereka hanya mengikuti caranya tetapi dengan motivasi yang berbeda. Bisa jadi ada unsur pencitraan yang mereka praktekkan, supaya dikatakan religius dan dihargai. Tetapi alkitab mencatat akibat dari perbuatan mereka yang tidak tulus, mereka di hukum Tuhan. Sekali lagi hidup dalam kasih karunia, adalah nyata dan penuh ketulusan.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).
Menurut bacaan kita diatas :
Coba temukan apa yang dilakukan oleh pasangan suami istri (Ananias dan Safira).
Apa akibatnya dari perbuatan yang mereka lakukan?
Coba renungkan mengapa mereka melakukannya?
B.2. MERENUNGKAN (M2).
Tuhan melihat dan menilai hidup kita bukan seperti ukuran manusia, manusia terbatas tetapi Tuhan melihat jauh kelubuk hati kita yang paling dalam, Dia menilai motivasi kita. Dia mengetahui apa yang kita lakukan di tempat yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada dalam pikiran kita. Tidak ada yang tersebunyi bagi Dia. Terkadang kita iri kepada orang lain, atau ingin mengikuti cara orang lain agar kita bisa terkenal atau minimal dikatakan baik, atau kita hanya ikut-ikutan saja tanpa kita mengerti kenapa kita harus melakukaknnya. Memang dalam hidup ini kita harus menjaga persepsi orang lain kepada kita, tetapi yang paling utama yang harus kita jaga adalah persepsi Tuhan terhadap hidup kita.
Seperti Ananias dan istrinya, bisa jadi mereka sedang ingin membangun persepsi orang lain kepada mereka, tetapi mengabaikan persepsi Tuhan terhadap mereka, akhirnya mereka dihukum. Kita harus hindari hidup dengan ketidakjujuran atau tidak tulus. Memang kejujuran dan ketulusan itu tidak gratis ada harga yang harus kita bayar, tetapi oleh karena kasih karunia Tuhan kejujuran dan ketulusan akan membawa kita mengalami hidup yang berkelimpahan. Percayalah Alkitab sudah memberikan contoh yang nyata untuk kita bisa teladani. Dalam komunitas kita harus praktekkan hidup dengan ketulusan, tulus oleh karena karya Roh Kudus dalam hidup kita.

B.3. MELAKUKAN (M3).
Buatlah komitmen untuk bertindak sesuai pimpinan Roh Tuhan, bukan karena kedagingan atau hawa nafsu. Berperilaku jujur dan tulus dalam kominitas, jangan pernah bohong kepada Tuhan dan sesama.
B.4. MEMBAGIKAN (M4).
Ceritakanlah kepada saudaramu, berkat yang kamu alami ketika hidup jujur dan tulus dalam komunitas.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

