JUMAT: TUHAN YANG MEMBEBASKAN

30 Juni 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Kisah Para Rasul 16:19-33

PENGANTAR

Ketika manusia diperhadapkan dengan hukuman berat yang menurutnya tidak setimpal dengan perbuatan yang dilakukan, atau bahkan sebagai fitnah atau karena ketidaksukaan kepada perbuatan baik yang dilakukannya, pada umumnya yang keluar dari mulut adalah kata-kata kutukan, hujatan, ketidakpuasan akibat dari tidak mau menerimanya. Tetapi kalau ada orang yang rela untuk menerimanya, itu sesuatu yang tidak nyata sangat mustahil terjadi. Tetapi apa yang dilakukan oleh Paulus dan Silas dipenjara, mereka berdoa, memuji Tuhan bernyanyi pada malam hari di dalam penjara yang gelap, kondisi tubuh dipasung dan dengan pengawasan yang ketat. Ini adalah satu respon yang tidak biasa atau tidak lumrah, bersukacita dan penuh nyanyian walaupun ada dalam hukuman yang berat, tetap bersyukur dimasa yang sukar. Ini adalah kehidupan yang nyata, yang dipraktekkan oleh mereka berdua senantiasa bersyukur kepada Tuhan dalam kondisi apapun. Bukan sesuatu basa-basi atau dramatisasi kehidupan atau ungkapan apatis atau pesimis karena sudah tidak ada lagi harapan. Mereka meluapkan sukacita di dalam tekanan kehidupan yang berat, bersyukur dalam keadaan terhukum, bernyanyi dalam keadaan tidak mendukung. Tetapi semuanya itu bisa terjadi karena Tuhan ada dalam hidup mereka, mereka melakukannya karena percaya kepada Tuhan, mereka hidup dalam kasih karuniaNya Tuhan yang tidak bisa dibatasi oleh keadaan apapun. Iman mereka tidak hilang, malah semakin kuat. Apa yang terjadi, mereka bisa keluar dari penjara. Rantai yang mengikat mereka lepas, pintu penjara terbuka dan kepala penjara bertobat. Paulus dan Silas mempraktekkan iman yang nyata dan mujizat terjadi. Ini adalah kehidupan dalam kasih karunia yang tetap dinyatakan dalam kondisi yang sulit.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).

Menurut perikop diatas
Apa yang mengakibatkan Paulus dan Silas dipenjarakan, dan bagaimana sikap mereka dalam penjara?
Coba temukan bagaimana cara mereka bisa keluar dari penjara?

B.2. MERENUNGKAN (M2).

Coba renungkan, apa yang akan kita lakukan ketika ada dalam kondisi seperti yang dialami oleh Paulus dan Silas, atau mungkin tidak harus mengalami hukuman yang seberat itu, misalnya kita tidak dihargai, tidak dianggap atau kita dikucilkan dari komunitas karena melakukan sesuatu yang benar, atau karena iman kita kehilangan teman. Apa yang kita lakukan? Bisa jadi kita mengeluh, menggerutu uatau kata-kata umpatan yang keluar dari mulut kita, bisa jadi demikian. Kita bisa saja takut untuk bersaksi karena tekanan dan ancaman, menjadi pasif karena kondisi tidak memungkinkan. Sebenarnya ditengah kondisi yang sulit dan situasi yang tidak mendukung secara daging atau kemanusiaan kita, disanalah kita mengaktifkan iman percaya kita, menaikkan doa dan pujian kita kepada Tuhan. Terkadang kondisi sulit membuat kita jadi sulit bergerak maju kearah yang lebih baik, sebenarnya justru dalam kesulitan kita harus mempraktekkan iman kasih karunia yang Tuhan percayakan kepada kita, kesulitan yang kita alami justru kesempatan untuk melihat mujizat dan campur tangan Tuhan dalam hidup kita, kesulitan besar akan membawa kita mengalami mujizat besar. Tuhan berkuasa dan mengendalikan semua yang kita alami untuk tujuan kekalNya.

B.3. MELAKUKAN (M3).

Ditengah kondisi yang sulit hari-hari ini, buatlah keputusan untuk tetap bersyukur kepada Tuhan, tinggikan namaNya, Puji Dia. Percaya segala belenggu akan dipatahkan, pintu yang tertutup akan terbuka, musuh-musuh dibuat Tuhan tidak berdaya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Coba ceritakan pengalamanmu menghadapi kesulitan dan permasalahan, bagaimana jalan keluarnya.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47