11 Maret 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yeremia 31:3
“Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”
Jika kita membaca pasal 31 ini seluruhnya, pasal ini berhubung dengan pengembalian Israel dan Yehuda secara khusus ke negeri perjanjian. Umat Allah akan bersama di bawah berkat dan kuasa Allah, mereka akan mengalami pemulihan kehidupan yang lebih baik sesuai dengan janji Tuhan.
Dari ayat 3 tersebut diatas jelas bahwa, Tuhanlah yang memulai, berinisatif untuk mengasihi Israel kendati bangsa itu sebenarnya tidak layak untuk dikasihani, dan disebutkan juga kasih Tuhan itu kekal. Kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat, harus bersyukur karena kita memiliki kasih yang kekal yaitu Yesus sendiri. Kasih Tuhan itu berbeda dengan kasih yang dari dunia ini, kasih Tuhan itu sempurna, kekal, tidak berubah abadi selama-lamanya.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menerapkan dan mengharapkan kasih yang dari dunia ini, yang hasilnya sering mengecewakan, karena kasih dari dunia ini adalah kasih yang bersyarat dan berubah-ubah sesuai dengan kondisi dan keberadaan orang tersebut.
Pada saat kita berbuat baik kepada orang lain kita dikasihi, namun ketika kita mengecewakan mereka, kita tidak lagi dikasihi. Demikian juga sebaliknya, ketika orang lain berbuat baik dan memberikan perhatian kepada kita, kita mengasihi mereka, tetapi kalau mereka tidak lagi melakukannya mereka berubah kitapun berubah menjadi tidak mengasihi mereka. Ingatlah kasih dari dunia ini adalah kasih yang sementara, berubah seiring dengan keadaan dan penuh dengan syarat.
Kasih Tuhan yang kekal yang tidak bersyarat yang dinyatakan kepada orang Israel, kepada bangsa Israel yang menjadi budak di Mesir, keras kepala, suka bersungut-sungut, kasih Tuhan tidak pernah berubah kepada mereka, bangsa Israellah yang senantiasa berubah. Tuhan senantiasa melihat, memelihara, menolong dan mengasihi bangsa ini dimanapun mereka berada. Kasih yang dinyatakan Tuhan atas bangsa Israel, itulah kasih yang diberikanNya kepada kita. KasihNya kekal dari dahulu sampai selama-lamanya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kasih yang bersyarat tidak jarang dipraktekkan dalam keluarga orang percaya, dalam pelayanan atau dalam persahabatan. Kasih yang bersyarat cepat atau lambat akan membawa dampak yang buruk bagi persahabatan, keluarga dan pelayanan.
Milikilah kasih yang kekal dan hiduplah dengan kasih itu, terimalah Yesus karena kasih yang kekal itu sungguh ada di dalam Dia, percaya kebahagiaan dan kedamaian akan menjadi milik kita. Haleluya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

