16 Agustus 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Keluaran 20 : 1-8
20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: 20:2 “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. 20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, 20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. 20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. 20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
Seorang kakek sedang duduk termenung sambil memandangi foto masa mudanya bersama mendiang istrinya. Foto itu menunjukkan mereka tampak begitu bahagia. Namun semua hanya tinggal kenangan karena istri yang begitu ia kasihi telah berpulang ke rumah Bapa. Sang kakek hanya bisa bernostalgia dan menahan rasa rindu terhadap istrinya.

Menurut KBBI, nostalgia adalah kerinduan pada sesuatu yang sangat jauh letaknya atau yang sudah tidak ada sekarang. Kita diperlihatkan TUHAN, Allah Israel, sedang bernostalgia tentang bagaimana dulu Israel begitu mengasihi-Nya. “Aku teringat pada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin.” Allah mengingat bagaimana dulu Israel begitu mencintai-Nya. Allah merindukan cinta mula-mula Israel. Kondisi umat Israel pada masa Nabi Yeremia, sangatlah parah! Mereka sudah tidak lagi mencintai Allah. Cinta mereka sudah mulai lenyap karena mereka memilih mengikuti allah lain (ilah). Tidak ada lagi yang mencari Allah dan hukum-Nya, termasuk para Imam. (Baca ay 8) Allah bernostalgia karena umat-Nya sudah tidak lagi mencintai Dia seperti dulu kala.
Saudara, apakah nostalgia Allah terhadap umat Israel di zaman Nabi Yeremia, juga menjadi nostalgia-Nya pada kita hari ini? Mungkin hari ini karena kesibukan, kesulitan di masa pandemi kita perlahan mulai melupakan Tuhan. Hari ini mungkin kita tidak sujud pada berhala. Tetapi apakah kita masih mencari Tuhan? Apakah kita masih melaksanakan hukum-Nya hingga hari ini? Saudara, berbaliklah pada Tuhan, karena Ia senantiasa merindukan dan menunggu kita untuk berbalik kepada-Nya. Kisah Cinta antara Kita dengan Tuhan, adalah kisah yang paling layak diperjuangkan
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

