MINGGU – SEMAKIN MENGENAL DIA (Bag-2)

25 April 2021

By: Hendrik Yulianto
Yohanes 18:36
MENEMUKAN (M1)

Mari kita baca berurutan ayat-ayat berikut ini dan temukan pesan apa yang bisa kita dapatkan.
Yohanes 18:36 Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”
Kisah Para Rasul 1:10-11 “Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”
Yohanes 14:3 “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”
1 Tesalonika 4:17 “sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

MENERIMA & MERENUNGKAN (M2)

Kita bukan sedang menyambung-nyambungkan ayat, tapi memang ayat-ayat tersebut saling bertalian dan mendukung satu sama lain. Jika kita membaca ayat-ayat tersebut diatas dengan seksama dan coba memahaminya, kita seperti dibawa dalam alur sebuah cerita film yang luar biasa dimana Allah sendirilah sutradaranya. Namun film ini bukanlah film berdasarkan cerita fiksi melainkan berdasarkan apa yang sudah dirancang oleh Allah yang pasti akan terjadi.

Tuhan Yesus yang menjadi sama dengan manusia saat Dia hidup dibumi, ternyata juga adalah seorang Raja dimana kerajaaNnya bukan dari dunia ini. Jika bukan dari dunia ini berarti ada tempat yang lain, apa buktinya? Buktinya adalah ketika Tuhan Yesus terangkat kesorga yang berarti ada tempat lain selain dunia yang kita tinggali saat ini. Dan dengan cara yang sama saat Dia naik kesurga maka Dia akan datang kembali yang kedua kali dimana saat Dia terangkat bisa disaksikan secara fisik maka itu artinya saat nanti Dia datang kembali juga akan bisa disaksikan secara fisik.

Kemudian untuk apa Dia pergi (terangkat kesorga) dan untuk apa Dia kembali lagi (datang kedua kali)? Dia pergi untuk menyediakan tempat bagi kita. Untuk apa Dia kembali lagi? Untuk menjemput dan membawa kita, supaya dimana Tuhan Yesus berada disitu juga kita berada dan demikianlah kita akan selama-lamanya bersama dengan Tuhan.

Hal ini harusnya menggetarkan hati kita, bahwa Allah dengan kecerdasan dan pemikiranNya yang sempurna sudah merencanakan ending (akhir) cerita yang luar biasa bagi kita. Dimana dalam akhir cerita tersebut kita akan bersama-sama dengan Dia untuk selama-lamanya. Ending seperti apalagi yang bisa kita harapkan selain ending seperti ini? Dimana kita bersama-sama dengan Tuhan selama-lamanya di masa dimana tidak ada lagi kesakitan, kesedihan, dukacita, bahkan kematian.

MELAKUKAN (M3)

Lalu apa dampaknya bagi kita? pertama kita harus semakin bersungguh-sungguh dalam mengikut Tuhan. Konteks dalam Yohanes 14:3, adalah Yesus menyampaikan ayat tersebut (menyediakan tempat) adalah hanya kepada murid-muridNya bukan kepada orang banyak. Artinya hanya orang-orang yang berkualifikasi sebagai murid Dia lah yang Dia akan jemput dan sudah disediakan tempat. Banyak orang beragama Kristen, tapi tidak semua orang berkualifikasi sebagai murid. Banyak orang mengikut Yesus saat itu dan juga saat ini hanya untuk mencari berkat dan kesembuhan saja dan kemudahan-kemudahan dalam menjalani hidup. Terbukti dari sekian ribu orang yang mengikuti Yesus kemanapun Dia pergi, tapi hanya ratusan yang setia dan hanya belasan yang benar-benar berkualifikasi sebagai murid. Jadi kita harus terus introspeksi diri setiap hari, apakah kita sudah berkualifikasi sebagai murid Tuhan? Murid berarti mau dimuridkan/diajar, mau mengikuti yang diajarkan, mau meneladani gurunya, mau mengikuti apa yang diperintahkan oleh gurunya. Murid-murid Yesus, rela kehilangan segala sesuatu dan dianiaya demi mengikuti Dia. Apakah kita sudah demikian? Mungkin aniaya yang dimaksud untuk dijaman ini adalah bukan aniaya secara fisik, melainkan lebih kepada batin kita yang mengalami aniaya karena kita harus berjuang melawan kedagingan kita setiap saat untuk semakin menjadi pribadi seperti yang Dia mau.

kedua , hal ini menyemangati kita bahwa kehidupan kita didunia ini hanya sementara saja tidak lebih dari 70-80 tahun. Nanti ada saatnya dimana tidak ada lagi batas waktu. Jadi jika saat ini kita mengalami kesakitan, pergumulan dan penderitaan kita harus memiliki mentalitas bahwa ini semua hanya sementara saja. Jangan larut dalam semuanya itu, tetap setia mengikut Tuhan. Jika nanti Tuhan dapati kita tetap setia dan berkenan kepadaNya, maka semua penderitaan itu tidak ada artinya dibandingkan sukacita yang kita peroleh. Begitu juga jika saat ini kita menikmati apa yang mungkin kebanyakan orang tidak alami seperti rumah tangga yang harmonis, ekonomi yang memadai, anak-anak yang “berhasil”, jangan terlena oleh semuanya itu karena semuanya itu hanya sementara. Kelak jika Tuhan menemukan kita tidak dalam keadaan berkenan, maka semuanya itu tidak ada gunanya sama sekali.

MEMBAGIKAN (M4)

Kesaksian yang paling hebat adalah saat orang lain melihat perubahan hidup kita dari hari kehari yang semakin serupa dengan Kristus. Semakin mengasihi sesama, semakin mengasihi Tuhan, tidak ada motif lain selain nama Tuhan dimuliakan. Halleluya !!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47