22 Juni 2021
By : Hendrik Yulianto
Matius 12:36-37
A. PENGANTAR
Banyak orang mengira atau tidak menyadari bahwa apa yang dia katakan suatu saat tidak perlu dipertanggung jawabkan. Orang menyangka apa yang dia ucapkan akan menguap lalu menghilang begitu saja tanpa ada konsekuensinya. Sehingga seringkali seseorang mengatakan perkataan yang sia-sia. Perkataan yang sia-sia adalah perkataan yang tidak ada gunanya, tidak ada harganya, perkataan yang tidak dipikirkan terlebih dulu, tidak ada dasarnya/fitnah/hoax, perkataan yang seharusnya tidak digunakan (karena tidak bermanfaat) tapi digunakan.
Namun perkiraan banyak orang tersebut ternyata salah besar. Sebab ternyata apa yang kita ucapkan akan ada konsekuensinya. Kita harus mempertanggungjawabkannya kepada Allah dihari penghakiman nanti. Pada waktu Allah mengadili semua manusia, semua kata-kata yang pernah kita ucapkan akan menjadi bukti apakah kita dihukum atau dibenarkan. Karena itu penting bagi kita untuk selalu memperhatikan apa yang kita katakan. Jangan sampai apa yang kita katakan adalah perkataan yang sia-sia. Tapi biarlah apa yang kita katakan adalah perkataan yang berharga, bermanfaat, perkataan yang mempunyai dasar, perkataan yang dipikirkan dengan matang sebelum diucapkan.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Matius 12:36-37
- Kata-kata seperti apa yang harus dipertanggung jawabkan nanti di hari penghakiman?
- Berdasarkan apa kita akan dibenarkan atau akan dihukum?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Jika karena perkataan kita maka kita akan dibenarkan atau dihukum, berarti betapa seriusnya kita seharusnya memperhatikan perkataan kita. Apakah anda setuju? Bagaimana menurut anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Sebelum kita dimintai pertanggungan jawab oleh Allah dihari penghakiman nanti, maka sebaiknya dari saat ini kita memberikan pertanggungan jawab kepada Dia dengan cara :
- Untuk sekarang dan kedepannya, berhati-hati dan memperhatikan setiap kata yang akan kita ucapkan.
- Untuk setiap perkataan sia-sia yang pernah kita ucapkan kita meminta pengampunanNya. Dan jika kata-kata itu kita tahu menyakiti atau merendahkan seseorang kita meminta maaf kepada orang tersebut. Namun yang terlebih penting adalah bertobat mengakui kesalahan kita kepada Tuhan dan meminta pengampunanNya. Tuhan pasti mengampuni dan melupakan. Bagian kita adalah tidak mengulanginya lagi.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saling menguatkanlah dengan saudara seiman, pasangan, rekan sekerja dalam perjuangan kita untuk terus hidup dalam kekudusan Tuhan termasuk dalam hal perkataan. Saling bersaksi bagaimana perjuangan dan kemenangan yang dialami.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

