28 Juli 2021
By : Pdt. Freddy K. H. Siregar
Daniel 3:21-22 & 26
PENGANTAR
Jika Tuhan adalah api yg menghanguskan, sesungguhnya apa yg Api Tuhan habiskan? Konsekuensi akibat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yg menolak untuk menyembah patung (berhala) yg dibangun oleh Raja Nebukadnezar akhirnya mengakibatkan mereka dimasukkan ke dalam perapian yg menyala-nyala dalam kondisi diikat; tetapi oleh perlindungan Tuhan mereka tidak terbakar, mereka aman ditengah-tengah api yg membara; Raja Nebukadnezar tercengang bingung lalu bangun sambil berkata kepada para menterinya, “Bukankah tiga orang yg telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api?” dan jawab mereka, “Benar, ya raja!” lalu kata Raja Nebukadnezar, “Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yg keempat itu rupanya seperti anak dewa!” (Dan 3:24-25). Dan Ketika Raja Nebukadnezar memanggil mereka keluar, Alkitab menceritakan bahwa “api tidak mempan atas tubuh orang-orang itu; bahkan rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak rusak, dan bahkan bau kebakaranpun tidak ada pada mereka.”

MENEMUKAN (M1)
Diikat dan dicampakkan, tetapi bisa Keluar karena tali pengikatnya terbakar._
~ Daniel 3:21-22 & 26, 21 Lalu diikatlah ketiga orang itu, dgn jubah, celana, topi dan pakaian2 mereka yg lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yg menyala-nyala. 22 Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dgn luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang2 yg mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas. 26 Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yg bernyala-nyala itu; berkatalah ia: “Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba2 Allah yg maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!” Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.
MERENUNGKAN (M2)
Dari kisah ini, mari jangan sampai kita berpikir bahwa kisah ini hanya berlaku bagi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, firman Tuhan dalam Yesaya 43:1-2,”Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.
Artinya apabila engkau berada di dalam api, ingatlah bahwa TUHAN yg sama yg menyertai Sadrakh, Mesakh, dan Abednego juga ada bersama dengan mu, nyala api tidak akan memakanmu, tetapi seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, api itu hanya akan membakar/mengkonsumsi segala sesuatu yg masih mengikatmu.

MELAKUKAN (M3)
Segala bentuk Dosa, Kesedihan, Kesendirian, Kekecewaan atau Kemarahan adalah hal2 yg jika tidak diserahkan kepada Yesus, akan Iblis pakai menjadi sumber energi motivasi yg salah agar melakukan dan terikat dosa seperti mudah marah, tersinggung, cemburu, suka membantah, hingga terjebak mencari pemuasan dan keberhargaan diri yg BUKAN dari TUHAN, yi dengan menjadikan harta, jabatan atau bahkan kegiatan pelayan menjadi sumber kebahagian atau keberhargaan diri, dan hingga akhirnya tidak mengalami Perjumpaan dengan Tuhan dan bahkan kehilangan makna atau Kuasa dari Ibadah itu. Berbeda dengan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yg memilih *tunduk kepada Allah dan melawan Iblis, maka oleh api Tuhan, Iblis dan segala ikatan2nyapun lari/lepas dari mereka.
Kita juga rindu utk terus mengalami api Tuhan didalam hidup kita, dan oleh Kuasa Nama & darah Yesus setiap ikatan2 yg dibuat Iblis (musuh) Tuhan lepaskan dan terus bertumbuh dalam iman yg semakin dewasa dan luar biasa di dalam Tuhan.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pengalaman saudara mengalami “Api Tuhan” melepaskan segala ikatan Dosa, Kesedihan, Kesendirian, Kekecewaan atau Kemarahan dan motivasi yg salah, hingga mengalami kemerdekaan, dan berbuahkan sikap, perkataan & perbuatan benar & baik sebagai murid-murid Kristus.
Tuhan Yesus Memberkati
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

