15 September 2021
Penerbit : Dept. Pengajaran GKKD Bogor
Roma 12:1
Ada banyak orang Kristen yang berpikir bahwa IBADAH hanya sebatas kegiatan ibadah Minggu atau kegiatan rohani yang dilakukan dalam satu susunan acara ibadah seperti doa, puji-pujian, penyembahan dan perenungan Firman Tuhan yang dilakukan di ruangan kebaktian tertentu dan waktu tertentu;
Padahal Ibadah yang sejati adalah bagaimana kita secara aktif dan totalitas “menyembahkan” hidup kita DALAM SEGALA HAL untuk *tunduk menyembah kepada Allah, berserah total untuk Tuhan penuhi dan pergunakan; Tuhan tolong & selaraskan agar sesuai dengan prinsip, hukum & nilai2 kebenaranNya.

MENEMUKAN (M1):
*~ Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yg berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati._ (Rom 12:1 TB)
Pertanyaan:
- Hal apakah yang Paulus katakan utk kita persembahkan?
- Persembahan apakah yang harus kita berikan dalam ibadah yang sejati?
MERENUNGKAN (M2)
Mempersembahkan tubuh sebagai ibadah yang sejati adalah tindakan nyata, yaitu:
~ Mempersembahkan Hidup sebagai Korban, memberikan Diri (hati, pikiran, perasaan) bahkan UANG atau HARTA, kita mengambil tanggung jawab utk menolong saudara2 atau orang2 yang membutuhkan; mengikuti teladan pengorbanan Yesus.
~ Mempersembahkan kehidupan kita yang baru, untuk diberikan kembali kepada Tuhan, untuk Tuhan pakai menjadi ‘senjata-senjata kebenaran,’ ‘anggota Tubuh Kristus,’ dan ‘Bait Roh Kudus.’
~ Hidup Kudus dan Berkenan, karena Darah Yesus, kudus dalam pikiran, perasaan & kehendak agar layak menghampiri, tinggal dan bersekutu dengan Allah di tempat kudusNya.

MELAKUKAN (M3):
Dalam Roma 6:12-14 (BIS), Rasul Paulus mengingatkan agar kita mempersembahkan tubuh:
- Jangan lagi membiarkan dosa menguasai hidup kita yg fana, dan menuruti segala keinginannya yang jahat seperti: keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup. (1 Yoh 2:16)
- Jangan *menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, seperti hal-hal yg jahat/negatif dari Pikiran, Perkatan dan Perbuatan (3P).
- Serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yg dahulu mati, tetapi yg sekarang hidup, seperti perumpamaan anak yang hilang yang dahulu mati karena dosa, dan yang hidup kembali ketika ia mengingat dan kembali ke rumah Bapanya, dan menerima anugerah kasih dan pemulihan dari Bapa.
- Serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran, yang dipakai Allah untuk membungkam, mematahkan dan menghancurkan pekerjaan2 si Jahat yaitu segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan (Mat 7:22-23).
Dari hal-hal diatas, dalam hal apakah saudara merasa paling banyak mengalami pergumulan?
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pengalaman saudara dalam berproses dalam mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yg berkenan kepada Allah.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

