SELASA – BUKAN SEKEDAR MENGUCAPKAN

19 Oktober 2021

Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor

A. PENGANTAR

Fakta menarik lainnya mengenai sebutan Yang Mahatinggi adalah dari kitab Kejadian sampai dengan 2 Samuel, tercatat hanya beberapa orang mengucapkan sebutan Mahatinggi ini. Orang-orang tersebut yaitu, Melkisedek (Kej 14:19-20), Abraham (Kej 14:22), Musa (Ulangan 32:8), Bileam (Bilangan 24:16), dan Daud (2 Sam 22: 14). Padahal rentang waktu dari Abraham sampai dengan Daud kurang lebih 500 tahun. Dalam rentang waktu itu ada tokoh-tokoh Alkitab yang luar biasa juga seperti Yusuf, Yosua, Kaleb, Debora, Gideon, Yefta, Simson, dsb. Apakah tokoh-tokoh tersebut memang tidak pernah mengucapkan sebutan tersebut? Kita tidak tahu pasti, tapi setidaknya dari Alkitab kita tahu mereka tercatat tidak pernah mengucapkan sebutan tersebut. Tentu mereka orang-orang yang luar biasa. Tapi Abraham, Musa dan dan Daud adalah orang-orang yang special dimata Allah. Pengecualian untuk Bileam, karena saat dia mengucapkan sebutan Yang Mahatinggi dia dihinggapi oleh Roh Allah (Bilangan 24:2). Dimana bisa disimpulkan Bileam saat mengucapkan sebutan tersebut tidak dari inisiatif atau keinginannya sendiri. Berbeda dengan Abraham, Musa dan Daud yang memang terkenal memiliki relasi yang luar biasa dengan Allah. Sehingga apa yang mereka ucapkan tentang Allah pastilah keluar atau hasil dari relasi mereka yang luar biasa dengan Allah.

PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1)

Apa yang Alkitab katakan tentang Abraham, Musa dan Daud kaitannya dengan relasi/hubungan mereka dengan Allah?
Yakobus 3:23 menyebutkan Abraham disebut sebagai “Sahabat Allah”.
Keluaran 3:11 menyebutkan Tuhan berbicara dengan Musa dengan berhadapan muka dengan muka seperti seseorang berbicara dengan temannya.
Kisah 13:22 menyebutkan Daud adalah seorang yang berkenan dihati Tuhan dan yang melakukan segala kehendakNya.

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Setiap orang bisa mengucapkan dengan mudah “Allah Yang Mahatinggi”. Tapi dari pembelajaran Firman Tuhan diatas, kita belajar bahwa hendaknya apa yang kita ucapkan tentang Dia haruslah lahir dari pengertian yang benar akan Allah dan itu hanya bisa dicapai jika kita memiliki relasi yang baik denganNya. Hanya dengan memiliki relasi yang baik denganNya kita bisa mengucapkan “Allah Yang Mahatinggi” dengan sikap hati yang benar. Yang terpenting bukanlah kita bisa mengucapkan atau tidak, tapi apakah kita mengucapkannya sudah dengan sikap hati yang benar?. Apakah kita sudah memaknai sebutan Allah Yang Mahatinggi itu dengan benar?
Abraham, Musa dan Daud mereka bisa memaknai sebutan Allah Yang Mahatinggi itu dengan benar. Apa buktinya? Kehidupan mereka lah yang berbicara, mereka disebut sebagai sahabat Allah, sebagai orang yang berbicara dengan Allah berhadapan muka dengan muka, dan sebagai orang yang berkenan dihatiNya. Mereka mengerti bahwa dengan menyebut Allah Yang Mahatinggi, itu artinya adalah sebuah pengakuan bahwa tidak ada yang lebih tinggi dari Allah Yahweh, dari DIA lah semuanya berasal, tidak salah jika kita percaya kepadaNya, dan kita manusia tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak ada artinya tanpa DIA.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Mari kita terus belajar untuk membangun hubungan dengan Tuhan dengan setia dan tekun. Abraham, Musa, Daud mereka tidak dalam sehari membangun hubungan dengan Tuhan. Melalui jatuh bangun kehidupan mereka, dan lewat berbagai peristiwa yang menantang iman percaya mereka. Mereka dibentuk sedemikian rupa sehingga memiliki sikap hati dan pengertian yang benar tentang Tuhan. Jangan putus asa, jika hari ini kita merasa dibentuk dengan “keras” oleh Tuhan lewat berbagai peristiwa yang mungkin saja menyesakkan kita. Lihat lah ujungnya, yaitu agar kita memiliki sikap hati dan pengertian yang benar tentang Dia. Sehingga ketika kita mengucapkan “Ya Allah Engkaulah Allah Yang Mahatinggi” itu semua lahir dari hati yang tulus dan penuh hormat dan dari kehidupan yang meninggikan DIA, bukan sekedar mengucapkan.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saling berbagi kesaksianlah tentang peristiwa-peristiwa yang anda alami yang menurut anda itu membentuk sikap hati dan pengertian anda tentang Tuhan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47