KAMIS – PENYUNATAN HATI

28 Oktober 2021

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Yeremia 4:1-4

PENGANTAR

Dalam perjanjian baru padanan kata dari “penyunatan” adalah baptisan. Tetapi berapa banyak orang Kristen hari-hari ini memperlakukan baptisan sama dengan orang yahudi memperlakukan penyunatan pada zaman Yeremiah?

MENEMUKAN (M1)

Renungan pagi ini mengajarkan kita, bahwa Allah rindu kita kembali kepada kebenaran-Nya. Dan ia juga rindu agar kita meninggalkan atau menjauhkan kita dari…………………………dan tidak usahlah engkau……………………….
Dan jika engkau bersumpah dalam …………………., dalam……………….. dan dalam…………………………..

MERENUNGKAN (M2)

Tuhan menegur orang-orang Yehuda yang tidak menyunat hati mereka. Orang-orang Yehuda/Israel hanya bangga dengan penyunatan lahiriah mereka, yang hanya menjadi tanda/status mereka sebagai umat Tuhan. Mereka hanya menjalani ibadah agamawi mereka saja, Mereka lupa bahwa Allah melihat hati “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
Kaum Yehuda mempercayai bahwa tindakan luar mereka (lahiriah – jasmaniah) itu berarti otomatis mereka benar atau dibenarkan dihadapan Tuhan. Kaum Yehuda hanya hidup dalam aktivitas agamawi saja, bahkan mereka terus menerus melakukan kejahatan yang besar (hidup diluar kebenaran). Kaum Yehuda lupa, bahwa tanda lahiriah tidaklah penting, karena yang penting bagi Tuhan adalah hati. Penyunatan, memotong sedikit daging, sama sekali tidak mengubahkan hati mereka, mereka tetap hidup dalam kegelapan dan berlaku jahat di hadapan Allah. Yeremiah mengatakan apa yang diinginkan Tuhan adalah supaya _“hati mereka disunat”. Hati yang disunat (mengalami baptisan -versi perjanjian baru) dimana mereka/kita meninggalkan segala dosa/pelanggaran mereka/kita, dan dimerdekakan serta dibangkitkan dalam kemenangan yang sempurna di dalam Yesus kristus Tuhan.

MELAKUKAN (M3)

Lewat renungan hari ini, kita mengerti bahwa tanda-tanda lahiriah, kegiatan-kegiatan agamawi saja tidaklah penting, Tuhan ingin kita membuka tanah yang baru, yaitu hati yang baru (ay 3) atau hati yang mau berubah/bertobat, dan janganlah kita menabur di tempat duri tumbuh (menabur kejahatan, dosa), terus mengalami kemerdekaan di dalam Kristus Yesus (melalui karya salibNya). menjauhi segala yang jahat/tidak berkenan di hadapan Tuhan.
Berserah dalam hati kita, mati untuk diri kita sendiri dan menjadikan Yesus sebagai satu-satu Tuhan dan Raja dalam hidup kita itulah yang membawa transformasi dan hidup yang baru. Inilah baptisan yang Tuhan sukai.
Pesan Tuhan yang kuat dalam renungan pagi ini adalah “Jika engkau mau kembali, hai Israel (umatKu) ….. kembalilah engkau kepadaku!” (ay 1)

MEMBAGIKAN (M4)

Katakan pada saudara-saudaramu dengan penuh keberanian, “jika engkau mau kembali Kepada Tuhan, kembalilah!, ingatkan 3 hal, jauhkan hidupmu dari segala kejahatan/pelanggaran, berjanjilah dalam kesetiaan, keadilan dan kebenaran maka Tuhan akan memberkati dan bermegah atasmu
Amin Saudara!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47