06 Februari 2022
Penulis : Departemen Pengajaran GKKD BOGOR
Lukas 14:27-33
A. PENGANTAR
Disiplin sangat penting agar kita bisa tetap mengikuti jejak langkah Tuhan Yesus. Tapi selain itu kita juga harus mempunyai komitmen yang total. Kenapa harus mempunyai komitmen yang total? Karena harganya tidak main-main! Kalau masih ada yang menganggap ini sepele, berarti orang tersebut masih belum benar-benar mengerti arti menjadi murid Yesus. Menyangkal diri dan memikul salib itu bukan sesuatu yang mudah dan bisa dianggap enteng atau remeh. Siapa orang yang tidak suka banyak uang? atau siapa yang tidak senang mempunyai jabatan atau properti yang banyak?siapa yang tidak senang punya kekuasaan atau gelar yang tinggi?semua orang senang dengan semua itu. Tapi begitu kita menjadi murid Yesus, kita harus melupakan semuanya itu. Apa? Melupakan?? apakah memang harus demikian? Bukankah menjadi orang Kristen itu enak, keselamatan gratis, diberkati? Kenapa sekarang kita harus menyangkal diri, memikul salib? Inilah yang sekarang ini banyak mempengaruhi kekristenan. Kekristenan diumbar seperti toko pakaian yang menjual barang dagangannya dengan diskon 50%. Jadi Kristen diberkati, cukup rentangkan kedua tangan apa yang diminta akan Tuhan kabulkan. Sakit, berdoa saja akan disembuhkan. Punya masalah, doakan saja pasti selesai. Ya memang Tuhan sanggup melakukan mujizat itu dan kita tidak ragukan, tapi jangan salah, Dia juga bukan Tuhan yang tidak mendidik anak-anakNya. Untuk orang-orang Kristen baru, mujizat jadi sarana Tuhan untuk membuat mereka percaya bahwa Allah yang mereka percayai adalah Allah yang benar. Tapi untuk orang Kristen yang sudah lama, apakah masih harus demikian agar kita bisa percaya? Mau sampai kapan jadi orang Kristen anak-anak? Untuk orang-orang Kristen yang dewasa harusnya punya mental seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang berkata sekalipun Allah tidak mengeluarkan mereka dari api, mereka tetap akan menyembah Allah yang benar.
Kita harus mempunyai komitmen yan total karena harga untuk menjadi murid Yesus adalah meninggalkan segala milik kita (Lukas 14:33).

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari kita baca Lukas 14:27-33.
Ada yang menarik disini. Di ayat 33, Yesus mengatakan bahwa siapa yang tidak bisa melepaskan dirinya dari segala miliknya, maka orang itu tidak bisa menjadi muridNya. Namun sebelum ayat ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang orang yang akan mendirikan menara dan raja yang akan berperang. Apa maksudnya? Apa inti dari 2 perumpamaan tadi? Perencanaan. Ya, 2 perumpamaan tadi bicara tentang perencanaan, jangan memulai sesuatu sebelum dihitung masak-masak biayanya atau jumlah musuh yang dihadapi. Kenapa harus dihitung-hitung dulu? Karena harga yang harus dibayar itu mahal. Apa harganya? Melepaskan segala milik kita. Dan ini perlu komitmen total, tidak bisa asal-asalan. Menjadi murid Yesus, tidak bisa hanya asal-asalan. Karena jangan sampai, menaranya baru dibangun setengah tapi kemudian biayanya habis sehingga menara tidak selesai dan hanya menjadi bahan cemoohan saja. Sama, kita juga jangan sampai menjadi orang Kristen yang setengah-setengah, karena tidak bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Lukas 14:33 dalam versi terjemahan Message bunyinya kurang lebih seperti ini “jika kamu tidak mau mengambil apa yang kamu sayangi, dan mengatakan kepadanya selamat tinggal, kamu tidak bisa menjadi muridKu”. Wow, mari coba kita renungkan sepanjang hari ini perkataan yang luar biasa ini !

B.3. MELAKUKAN (M3)
Apapun yang hari ini yang kita miliki dan itu menjadi sesuatu yang sangat kita sayangi, banggakan dan membuat kita bahagia, kita harus mulai belajar untuk mengatakan selamat tinggal. Kalau itu misalnya adalah uang kita yang banyak, kita katakan selamat tinggal, kamu (uang) memang membuat aku bisa hidup nyaman, tapi maaf selamat tinggal, hidupku bukan untuk aku nyaman tapi untuk mengikuti jejak Tuhanku Yang Mulia Yesus. Kita berkomitmen total bahwa hidup kita hanya untuk mengikuti jejak Yesus.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Diskusikan dan ceritakan dengan rekan komsel/pelayanan bagaimana supaya kita semua sebagai komunitas gereja bisa saling mengingatkan untuk kita memiliki komitmen total mengikut Yesus.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

