SENIN – GEREJA ITU MILIK TUHAN

28 Februari 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Matius 16:18; Efesus 1:22

A. PENGANTAR

Kenapa Gereja atau jemaat Kristus harus ada di muka bumi? Apakah Allah tidak sanggup membangun bumi ini tanpa gereja atau orang-orang Kristen? Pertanyaan-pertanyaan ini disampaikan kepada kita dengan maksud menguji pemikiran dan iman kita sebagai anggota jemaat Tuhan di bumi. Pengujian terhadap status sebagai jemaat Tuhan, adalah satu hal yang sangat penting dan terus berproses sepanjang kita hidup di bumi. Ketika kita mencoba memahami “siapa saya sebagai jemaat Kristus”, maka kita akan diusik dengan hal mendasar ini, yakni, Siapakah pemilik jemaat ini? Siapakah pemilik anak-anak Tuhan yang berkumpul dan bersekutu di setiap Komunitas sel atau ibadah minggu? Semua pertanyaan akan terjawab Ketika kita mengizinkan diri kita menjadi jemaat yang berpusatkan pada kepala gereja yakni Yesus Kristus di dalam realitas kehidupan kita.

Sesungguhnya apa yang disampaikan Tuhan Yesus kepada Petrus (dalam Matius 16:18), adalah satu prinsip gereja yang akan dan sudah dibangun oleh Allah sendiri, ketika sejak hari Pentakosta (KPR 2). Bahwa gereja atau jemaat sebagai komunitas yang dibangun oleh Yesus Kristus, bukan oleh manusia atau hamba Tuhan manapun. Ide dan inisiatif merintis dan membangun satu jemaat adalah dari Tuhan, dengan melibatkan hamba-hambaNya yang memiliki panggilan perintis jemaat. Demikian juga Tuhan yang meletakkan pondasi gereja melalui para Rasul dan Nabi (Efesus 2:20). Pondasi gereja sejati adalah Yesus Kristus, bukan terletak pada kekuatan asset atau kekayaan gereja atau kehebatan kepemimpinan gereja atau juga kekuatan kerjasama sama dalam jemaat.

Sekalipun kegiatan begitu banyak dan padat, tetapi jika kita tidak menjadikan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Kepala gereja di dalam pelayanan di rumah tangga, komsel, ibadah raya atau acara-acara kejemaatan lainnya, maka semuanya adalah sia-sia. Kerapuhan satu gereja adalah Ketika anggota-anggotaNya sudah menyibukkan diri dengan “pelayanan rohani” tetapi menjadi lelah sendiri dan tidak berkenan di hadapan Tuhan. Bukan kuantitas kegiatan pelayanan yang utama, tetapi kualitas diri sebagai anak Tuhan yang berkenan di hati Tuhan. Jemaat digambarkan seperti Maria yang duduk dekat kaki Tuhan dan selalu mendengarkan Tuhan berbicara (Lihat kisah Marta dan Maria -Lukas 10:28-42). Inilah gambaran tentang apa yang dikatakan Yesus Kristus demikian : “jemaat-ku dan alam maut tidak akan menguasainya” (Mat 16:18).

Lihatlah, di dalam batin kita, tatkala kita sudah berkomitmen menjadi anggota jemaat Kristus, bahwa fokus kita adalah Yesus Kristus yang akan menyatukan kita sebagai jemaat dengan berbagai kemampuan atau karunia dan saling bekerja sama dalam kasih Nya agar kita mengalami pertumbuhan ilahi atau pertumbuhan rohani (Kolose 2:19). Yesus Kristus adalah Kepala Gereja dan pembangun gereja serta pondasi yang sangat kokoh selamanya. Jadilah anggota jemaat yang menjadikan Yesus nyata dalam pelayanan gerejawi setiap kita.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah Matius 16:18; Efesus 1:22

  1. Siapakah yang mendirikan Jemaat Tuhan? Apakah yang tidak akan menguasai jemaat Tuhan ? (Mat 16:18)
  2. Apa saja yang diletakkan di bawah kaki Kristus? Siapakah Yesus terhadap jemaat? (Efesus 1:22

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Sudahkah Anda menjadi anggota satu jemaat atau gereja? Jika sudah, mengapa Anda menjadi jemaat di gereja Anda saat ini? Apakah Anda mengalami akan peran Kristus sebagai kepala Gereja?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Jangan ragu terhadap Lembaga yang Namanya gereja. Sebab, gereja akan menjadi satu-satunya mitra dan agen perubahan di bumi, sebab di dalam gereja ada kepala gereja yang memimpin. Tetapkan diri Anda untuk tinggal tetap dalam satu gereja lokal dan belajarlah hidup sebagai jemaat yang takut akan Tuhan terlebih dahulu, karena itulah pondasi kokoh kasih persaudaraan.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakalanlah pengalaman Anda sebagai anggota jemaat kepada orang lain.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47