23 Mei 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Kisah Para Rasul 1:1-2; I Korintus 9:16
A. PENGANTAR
Mari sejenak kita melihat ilustrasi ini :
“Pensil adalah alat tulis digunakan di atas kertas dengan hasil tulisan yang bersifat sementara. Hasil tulisan dapat dihapus dengan cepat dan mudah oleh alat penghapus pensil. Pencipta alat ini memiliki tujuan agar setiap orang terbantu dengan cepat dan mudah untuk menulis dan menggubah isi tulisannya. Tentu didukung dengan bahan-bahan yang terkandung di dalam pensil agar tulisan yang ditulis dapat dihapus dengan mudah.”
Setiap orang Kristen yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus, tentulah akan bekerja dan berkarya untuk memberitakan kabar baik melalui pengalaman hidupnya di dalam Kristus, kepada orang lain. Kuasa Roh Kudus itu dirancang untuk melayani orang lain (1 Kor 12) sebagai bentuk kesaksian akan kemahakuasaan Karya Keselamatan yang telah Tuhan Yesus buktikan. Keberadaan Roh Kudus di dalam diri orang Kristen adalah mengingatkan dan menolong untuk dapat melaksanakan kebenaran Allah (Yoh 16:8,10,13). Ibarat pensil yang dirancang untuk menulis di atas kertas dengan hasil tulisan yang dapat dihapus/perbaiki, demikian, Roh Kudus adalah kekuatan yang memberikan kemampuan kepada orang Kristen untuk bersaksi dan tidak sebaliknya. Sehingga dengan kata lain, secara otomatis, anak-anak Tuhan yang dipenuhi Roh Kudus, dengan sendirinya dapat bersaksi tentang Kuasa Injil Keselamatan.

Bagaimanakan bersaksi secara otomatis? Perhatikanlah Kisah Para Rasul 1:1, Lukas menuliskan semua yang Yesus kerjakan dan ajarkan sampai Dia naik ke surga. Yesus selalu mengajarkan apa yang telah Dia kerjakan dan tunjukkan tentang kebenaran Allah. Ketika seseorang melakukan kebenaran Firman Tuhan dengan benar dan tepat maka, orang itu bersama Roh Kudus akan mampu mengajarkan secara praktis apa yang dialaminya kepada orang lain. Ketika firman Tuhan hidup di dalam kita dan kita mentaatiNya, maka perubahan hidup akan terjadi. Perubahan hidup yang dikerjakan Roh Kudus di dalam diri kita itulah yang dengan kekuatan Ilahi mendesak kita untuk bersaksi. Seiring dengan iitu, sebagai anak Tuhan, kita harus selalu menyesuaikan pikiran kita dengan prinsip-prinsip kebenaran Alkitab. Itulah pola bersaksi otomatis tentang kehidupan Kristiani kita kepada orang lain.
Saudara-saudari, Paulus melihat penginjilan adalah keharusan dan bahkan dia merasa “celaka“ jika tidak memberitakan Injil (I Kor 9:16). Hidup Rasul Paulus adalah untuk Injil dan kuasa Injil itu menghidupkan seluruh bagian kehidupan Rasul Paulus seperti pelayanan misi dan usaha penjualan tenda yang dikerjakannya. Bagaimana kita memahami cara kerja Kuasa Roh Kudus di dalam diri kita yang berkaitan dengan kesaksian hidup? Apakah alasan kita untuk bisa menahan kuasa kesaksian itu? Apakah alasan kita untuk tidak menjadi saksi Kristus secara nyata dan dalam keseharian hidup kita?
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacalah : Kisah Para Rasul 1:1-2; I Korintus 9:16
- Apakah urutan pelayanan Yesus yang dituliskan oleh Lukas? (Kis 1:1-2)
- Apakah penginjilan keharusan bagi Paulus? Apakah pernytataan Paulus jika ia tidak memberitakan Injil? (I Kor 9:16)

B.2. MERENUNGKAN (M2)
Bagaimana Anda menilai pernyataan Paulus di bawah ini?
Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
(I Kor 9:16)
Cobalah untuk menarik manfaat dari ayat di atas untuk diri Anda!
B.3. MELAKUKAN (M3)
Pikirkanlah bahwa bersaksi tentang pengalaman hidup dalam Kristus kepada saudara seiman dan orang-orang yang belum mengenal Kristus, sebagai satu yang menyenangkan dan keharusan, karena Kuasa Roh Kudus bersemayam dalam diri kita. Setelah Anda merenungkan prinsip tersebut, mulailah praktekkan secara sederhana.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Bagikanlah cerita Anda kepada saudara seiman, setelah Anda memberitakan Injil.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

