SENIN : Belas Kasihan Adalah Sifat Allah

05 September 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Matius 14:14; Kel 33:19

A. PENGANTAR

Kata ‘Belas kasihan” adalah terjemahan dari kata Ibrani “hesed”. Suatu sifat Allah yang berhubungan dengan *kemurahan Allah. Kata ini dipakai Nabi *Hosea untuk janji pemeliharaan bagi istrinya (Hos. 2:19). Juga berarti Kebaikan seseorang terhadap sesamanya dalam kesusahan (Mrk. 8:2). (Sumber : Alkitab.sabda.org)

Allah adalah satu Pribadi yang memiliki sifat Belas kasihan dan itulah gambaran Pribadi Sejati Allah. Kenapa demikian? Karena Allah adalah Kasih. Kasih Allah adalah energi Ilahi yang tidak dapat dibatasi oleh situasi dan kondisi apapun dan di tempat manapun. Wujud paling nyata adalah kerelaanNya mengorbankan AnakNya yang Tunggal yakni Yesus Kristus untuk menjadi tebusan bagi semua manusia berdosa di bumi. Karena cintaNya yang tak terbatas kepada ciptaanNya, maka belas kasihan Allah bekerja untuk membawa kembali manusia ke dalam persekutuan yang suci di dalam Tuhan. Belas kasih Allah adalah kekuatan untuk mengampuni dan memeluk serta memelihara kembali hubungan yang rusak antara Allah dan manusia. Di balik proses itu tidak sedikutpun ada rasa ingin balas dendam, kecewa atau putus asa terhadap manusia. Begitu panjang sabar dan sangat berkemurahan kepada manusia sehingga manusia itu dapat kembali diberikan jalan kembali kepada Bapa Surgawi. Itulah sifat otentik Allah.

Belas kasih itu bukan sekedar empati, tetapi pekerjaan Roh Allah di dalam setiap anak Tuhan yang mempercayai kasihNya. Allah bekerja di dalam mereka yang mau belajar meneladani Allah dengan sifat belas kasihannya. Tanpa basa basi, demikianlah Yesus buktikan untuk menyembuhkan orang sakit (Mat 14:14). Tidak ada logika berpikir dan berhitung untung dan rugi di balik perbuatan penyembuhan oleh Tuhan. Itulah belas kasih yang sejati. Belajar apakah Anda saat ini? Berilah ruang untuk belas kasihan Allah bertumbuh dan berbuah lebat di dalam hidup Anda. Pengampunan dan penerimaan terhadap musuh-musuh atau terhadap keadaan hidup Anda yang tidak menyenangkan, hanya dapat terjadi dengan belas kasih Allah. Bukan sekedar empati, ada daya yang sangat besar di dalam diri Anda tatkala Roh Kudus mengendalikan dan mengajar hati Anda untuk berbelas kasihan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Matius 14:14; Kel 33:19

  1. Apakah yang menggerakkan Yesus untuk menyembuhkan orang yang sakit? (mat 14:14)
  2. Kepada siapa Allah memberikan kasih karuniaNya? (Kel 33:19)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Tidak ada kematianNya di kayu salib tanpa belas kasihan. Tidak ada kesembuhan tanpa belas kasihanNya. Apakah arti belas kasihan untuk hidup Anda? Sejauh apa maknanya dalam hal pertolongan kepada hidup Anda di saat-saat sulit dan sekarat?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Pahamilah bahwa belas kasihan itu Sifat otentik Allah dan tidak akan pernah hilang, bahkan belas kasihan selalu menggerakkan Allah untuk menolong setiap orang untuk keluar dari kesulitan hidup. Mulailah berlatih ber-belas kasihan kepada orang-orang terdekat Anda yang melukai atau mengecewakan Anda.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Tunjukkanlah pertolongan Anda tanpa banyak bicara kepada setiap orang yang perlu Anda tolong.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47