KAMIS : Belas Kasihan Diantara Dua Pilihan

08 September 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Markus 14:32-36

A. PENGANTAR

Saya pernah membaca satu tulisan “Pasrah tapi tak rela” pada sebuah kaca depan sebuh truk. Saya tidak mengerti maksudnya. Tetapi kemudian di pikiran saya muncul asosiasi pikiran bahwa ada orang yang mengalami tekanan dan masalah hidup dengan sikap pasrah (tanpa perlawanan) tetapi juga tidak rela menerima kenyataannya. Bagaimanakah jikalau ini terjadi dalam hidup kita?

Ketika di taman Getsemani, Yesus berdiri diantara dua pilihan yakni menolak “cawan penderitaan” atau menerima dan meminumnya? Dengan respon yang menakutkan dan tertekan Yesus sangat bergumul

lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. (Mark 14:34-35)

Secara manusia Yesus mungkin dapat pasrah menerima amanat penyaliban ini tetapi tidak rela menerimanya. Ekspresi manusiawi Yesus menunjukkan respon diri yang emosional. Tetapi kehendak Bapa yang dilandasi belas kasihan akan dunia ini sehingga Yesus harus memilih menerima dan meminum “cawan penderitaan”.

Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” (Mark 14:36)

Akhirnya Yesus menjadi pasrah dan rela, karena Yesus sangat mengerti tujuan kematianNya di kayu salib.
Pengertian akan selalu menjunjung kebenaran akan memberikan kekuatan untuk bertindak diantara dua pilihan yang sulit jikalau kita percaya ada kehendak Tuhan di dalamnya.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Markus 14:32-36

  1. Apakah yang Yesus katakan kepada murid-muridNya ? (ayat 34)
  2. Apakah yang selanjutnya Yesus katakan? (ayat 36)
  3. Apakah yang Yesus katakan kepada murid-muridNya supaya tidak jatuh ke dalam pencobaan? (ayat 38)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Diantara dua pilihan, Yesus memilih untuk minum cawan dan selanjutnya Yesus tahu apa konsekuensinya? Bagaimana ketika Anda ada dalam situasi memilih antara kebutuhan pribadi dengan kebutuhan prinsip kebenaran atau kehendak Allah yakni memilih belajar taat dengan dasar belas kasihan?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Milikilah dan peliharalah belas kasihan dalam diri Anda, tatkala Anda dihadapkan untuk membuat keputusan diantara dua pilihan. Selalu arahkan diri Anda pada prinsip kebenaran Alkitab.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saksikanlah pengalaman kemenangan Anda terhadap kekerasan hati untuk mengampuni orang lain.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47