SABTU : Berbelas Kasihan Adalah Kebahagiaan

10 September 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Amsal 14:21

A. PENGANTAR

Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita. (Ams 14:21)

Menaruh belas kasihan adalah satu kebahagiaan bagi mereka yang mempraktekkannya. Dan belas kasihan tersebut ditujukan kepada orang yang menderita. Apakah Anda ingin berbahagia? Teruslah pikirkan dan berlatih untuk menjadi terlatih dan penuh kasih dalam menaruh belas kasihan kepada semua orang, terutama yang sedang menderita. Dengan kata lain, ketika kita meniru sifat Allah di dalam kehidupan kita, maka kita adalah pelaku perintah Tuhan. Adalah sukacita bagi orang Kristen ketika berhasil melakukan perintahNya.

Sekali lagi berbelas kasihan bukanlah tindakan emosional atau dadakan yang bermotifasi untuk pengakuan dan aktualisasi diri demi pencitraan diri di mata masyarakat. Tidak ada urusan dengan itu, ketika kita mau jujur dan ikhlas untuk menolong orang lain dalam rangka memenuhi kebutuhan dirinya. Juga, belas kasihan itu terjadi bukanlah situasional atau terpaksa karena situasi. Tetapi darah Yesus yang membawa kuasa Kasih Agaphe, membuat kita sebagai pengikutNya dimampukan selalu untuk membawa dan menerapkan belas kasihan tanpa pengaruh situasi di luar diri kita. Memang bisa saja dari sisi manusia, ada hal-hal yang dapat menahan diri untuk berbelas kasihan kepada orang menderita, atau melupakan sifat belas kasihan karena kita sedang ada kepentingan diri sendiri. Kalaupun terjadi kondisi seperti itu, segeralah menanggalkannya. Seperti Yesus, ketika di Taman Getsemani, dia berkata : “…kalau boleh lalukanlah cawan ini daripada ku…”, itulah ungkapan seorang manusia. Namun demikian, kesadaran Yesus muncul, maka keluarlah frase berikutnya : “…tetapi biarlah kehendakMU yang jadi.”.

Yesus tidak tahan untuk menunjukkan rasa kasihNya kepada semua manusia berdosa. Demikianlah hendaknya kita berperilaku seperti itu. Belas kasihan itu bekerja melampaui akal manusia dan terkadang terbingung-bingung kita setelah melakukannya. Itulah kekuatan kasih Bapa kepada orang yang menderita.

Teruslah berkarya dengan belas kasihan, karena itulah kebahagiaan menjadi orang Kristen.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : Amsal 14:21

  1. …..orang yang menaruh …. Kepada orang menderita. (Ams 14:21)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Renungkanlah apakah arti kebahagiaan untuk Anda? Apakah ukuran kebahagiaan itu? Termasukkah ukuran kebahagiaan Anda adalah menaruh belas kasihan kepada orang menderita?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Teruslah berlatih dengan iman yang tulus ikhlas untuk membiasakan diri dalam menunjukkan belas kasihan Anda kepada orang lain. Libatkanlah Tuhan dan senantiasa bergantung padaNya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Berbagilah dengan apa yang Anda pada mu hari ini kepada mereka yang menderita secara rohani, jiwani atau jasmani.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47